Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Teten Masduki Katakan UMKM Mampu Memulihkan Ekonomi Nasional
Rabu 21 April 2021, 05:28 WIB

Situsnews.com,Jakarta - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia memiliki kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan (resiliensi). Termasuk dampak dari merebaknya wabah global Covid-19 pada beberapa waktu belakangan ini.

Hal ini ditegaskan Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki secara virtual pada Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Saatnya UMKM Bangkit Mendukung Pariwisata", Senin (19/4/2021) di Jakarta.

"UMKM Indonesia memiliki resiliensi yang luar biasa. UMKM punya daya tahan yang luar biasa dan bisa menyelamatkan perekonomian nasional," ujarnya.

Hal ini dibuktikan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang merilis tahun 2020 bahwa dari total jumlah 64 juta pelaku UMKM, memang terdapat 500 ribu yang usahanya dipaksa tutup.

Sedangkan, sekitar 30 juta pelaku UMKM dalam negeri pun mengalami penurunan omset yang signifan. "Survei BPS antara 48 persen memang omsetnya turun akibat adanya pandemi," tuturnya.

Namun kini, sebagian besar pelaku UMKM dalam negeri melakukan serangkaian adaptasi dalam menghadapi dampak Covid-19 yang masih melanda dunia termasuk Indonesia.

Dengan cara melakukan perubahan pada produknya. Misal ada yang dari semula membuat pakaian untuk pesta, saat ini bisa disesuaikan membuat pakaian rumah.

Hal ini juga tak terlepas dari dukungan pemerintah mulai dari program restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga, subsidi listrik, hibah modal kerja.

Dari catatan Bappenas UMKM berhasil melakukan adaptasi dengan situasi baru. “Dengan daya beli masyarakat yang terbatas, pelaku beradaptasi mengubah produknya misalnya homecare, makanan, kesehatan. Kemampuan adaptasi ini yang luar biasa,” kata Menteri Teten.

Dengan melakukan langkah tersebut, katanya, produk yang dihasilkan dapat disesuaikan pada kondisi yang tengah dihadapi oleh masyarakat. Potensinya, produk tersebut akan dilirik oleh masyarakat di tengah pandemi seperti ini.

"Mengubah produknya yang tadinya jualan batik untuk ke pesta sekarang pelaku UMKM memproduksi pakaian rumahan saja," katanya.

Kemudian, pelaku UMKM juga secara masif beralih dan bertransformasi digital dalam setiap kegiatan dagangnya.

Artinya, aktivitas perdagangan yang dilakukannya saat ini dengan memanfaatkan ruang digital, tidak hanya mengandalkan medium konvensional saja.

Pada 2020, sebanyak 4 juta pelaku sudah beralih menggunakan medium digital dalam melakukan aktivitas perdagangan, atau secara elektronik (daring). Banyak dari pelaku di atas, lebih memilih menjajakan produknya melalui pasar digital yang dimiliki oleh banyak aplikasi penjualan daring.

"Kemampuan adaptasi itu yang luar biasa dengan mulai beradaptasi dengan market baru ke digital. Tahun lalu ada peningkatan 4 juta kita yang tertinggi di platform digital kita, jadi total yang sudah beralih sekarang 12 juta UMKM," imbuhnya.

Para pelaku UMKM di dalam negeri yang berhasil melakukan dua hal tersebut, katanya, diyakini dalam beberapa waktu ke depan akan memiliki peningkatan penghasilan. Sebab, dari data penjualan secara daring meningkat tajam mencapai 26 persen dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

"Yang berhasil melakukan transformasi ke digital, penjualan tahun lalu naik 26 persen," kata Menteri Teten.

Pada kesempatan yang sama Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) M. Ikhsan Ingratubun mengatakan bahwa cepatnya sektor UMKM bangkit dari keterpurukkan akibat pandemi berkat serangkaian kebijakan dan stimulus yang tepat yang diberikan pemerintah

"Stimulusnya ada beberapa yang berdampak langsung, itu saya kira sudah sangat baik," ujarnya. Misalnya kebijakan hibah yang menyalurkan sejumlah uang senilai Rp2,4 juta kepada UMKM yang terdampak. Nilai tersebut dapat membuat para pelaku UMKM tetap bertahan melakukan kegiatan perdagangan di tengah gempuran Covid-19.

Kebijakan ini membuktikan, bahwa pemerintah tetap perduli dengan eksistensi para pelaku UMKM di tengah pandemi. Langkah ini dikatakannya menyulut semangat para pelaku untuk tetap bertahan dan tumbuh.

"Kita bersyukurlah pemerintah masih tetap memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM," imbuhnya. Hal lain adalah kebijakan yang menunda pembayaran hutang dari fasilitas peminjaman keuangan bank bagi para pelaku UMKM. Upaya ini terbukti efektif dalam membuat para pelaku UMKM tetap bertahan selama menghadapi wabah ini. (dpriyatna)

Tercatat, kebijakan yang berjalan semenjak Maret 2020 ini telah berdampak positif bagi pelaku UMKM dalam negeri. "Hutang dari bank di tunda, malah diberikan diskon 50 persen ini kebijakan yang bagus," imbuhnya. Selanjutnya kebijakan yang berkaitan dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu.

Langkah ini dikatakannya membuat kelonggaran bagi para pelaku UMKM yang terletak di zona aman untuk tetap melakukan kegiatan perdagangan. Pasca, PPKM mikro diberlakukan oleh pemerintah secara langsung berakibat pada geliat pelaku UMKM semakin bergelora tumbuh secara positif.

Para pelaku usaha di atas dapat melakukan perdagangan dengan mentaati aturan PPKM. "Pemerintah mulai mengubah konsep dari PSBB ke PPKM mikro. Ini membuat suasana para pelaku UMKM semakin kondusif," katanya.

Kemudian program vaksinasi massal Covid-19 yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah dalam beberapa waktu ke depan. Melalui kebijakan ini, akan mendorong masyarakat perlahan-lahan kembali melakukan aktivitas seperti sediakala.

Dengan pulihnya kondisi seperti semula, maka bisa diproyeksikan pelaku UMKM dapat sepenuhnya kembali melakukan kegiatan produktif. Besar harapannya, masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sediakala ketika vaksinasi dilakukan dengan optimal oleh pemerintah.

"Vaksin akan membuat orang semakin percaya diri untuk keluar rumah dan melakukan kegiatan seperti biasa," pungkasnya. (rilis/dpriyatna)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top