Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Permintaan Ekspor Meningkat, Tanaman Porang Sukses Jadi Primadona
Sabtu, 27-02-2021 - 12:28:02 WIB
TERKAIT:
 
  • Permintaan Ekspor Meningkat, Tanaman Porang Sukses Jadi Primadona
  •  

    Situsnews - Jakarta


    Tanaman porang strategis untuk dikembangkan selain kaya manfaat, tanaman ini juga punya peluang yang cukup besar untuk diekspor. Sejak tahun 2019, porang yang tadinya tanaman liar mulai sukses jadi primadona petani.


    "Porang sudah jadi primadona dan InsyahAllah akan terus jadi primadona mengingat bahwa itu adalah kebutuhan  pokok dan kebutuhan industri," ujar Ketua Umum Petani Penggiat Porang Nusantara (P3N), Ngakib Al-Ghozali, Sabtu (27/2/21).


    Ngakib menambahkan di Jepang, porang digunakan untuk memberi makan ratusan ribu pasukan yang sedang berperang di hampir seluruh daratan asia seperti korea, cina dll.


    Tahun 1943, Jepang datang menjajah negeri ini bukan untuk mencari rempah rempah seperti orang eropa melainkan untuk mencari makanan utama mereka yakni konjak atau porang bukan beras atau gandum.


    "Porang adalah fenomena zaman. Beratus ratus  tahun Porang ada di bumi pertiwi ini,di pinggir jurang,di bawah rumpun bambu, di bawah pohon duku dan pepohonan yang rindang,di semak belukar,di hutan lebat, tanpa ada orang kita sudi menengok atau bisa memanfaatkan nya," tambahnya.


    Lebih lanjut, Ngakib mengatakan Jepang dan Cina merupakan negara sebagai pengkonsumsi porang belakangan ini namun akhir-akhir ini mengalami kesulitan sehingga stok porang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.


    "Tahun 2014 kemarin datanglah mereka ke indonesia untuk cari porang karena memang sumber  porang dunia ada di Indonesia,"ucapnya.


    Kata, Ngakib, Badan Pangan Dunia FAO memperkirakan krisis pangan terjadi akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan sehingga saat ini berbagai negara berupaya memperkuat ketahanan pangan termasuk Indonesia.


    "Porang termasuk pangan favorit di Jepang. Hasil olahan porang biasanya jadi produk diet dan pangan sehat, antara lain, mie dan beras shirataki. Porang bahkan 5 kali lebih baik dari beras.Melihat potensi ini banyak petani saat ini beralih menanam potang," terangnya.


    Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Mentan Syahrul Yasin Limpo saat ini memang menggenjot pengembangan porang sebagai komoditas ekspor. Di pasar ekspor, porang banyak dicari sebagai bahan makanan dan industri obat juga kecantikan sehingga harga porang pun menjadi sangat menjanjikan bagi petani.


    “Kami akan terus meningkatkan budidaya porang ini dalam berbagai aspek salah satunya dalam pengamanan produksi porang,” ungkapnya.


    Saat ini ada 20.000 hektare lahan di Indonesia yang ditanami porang dan terus bertambah. Porang ini sudah diekspor ke 16 negara dengan negara tujuan terbesar China, Thailand, dan Vietnam dalam bentuk chips, tepung dan lainnya.


    "Pada tahun 2020, sebanyak 19.800 ton porang diekspor dengan nilai Rp880 miliar,” katanya.


    Suwandi juga meminta pihaknya agar terus mengawal dan menuntaskan masalah-masalah pertanian seperti hama dan serangan penyakit dengan melakukan upaya-upaya maksimal. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga dan mengamankan produksi komoditas pertanian.


    “Semua harus rajin turun ke lapangan, memantau dan mengamankan pertanaman.Lakukan sosialisasi cara yang benar pengendaliannya, supaya bisa memberikan faedah bagi petani sehingga kesejahteraan petani meningkat,” tutup Suwandi.


    (Kementan/As)




     
    Berita Lainnya :
  • Mustika Ratu dan YPI Kirim Puteri Indonesia ke Ajang Miss Universe 2021
  • Tertangkapnya Abner Terkait Narkoba, Asessment BNN Tak Diterima Kejari Jakpus
  • Kedubes Oman Adakan Tadarus Al-Quran Lintas Negara Ramadhan 1442 H
  • Teten Masduki Katakan UMKM Mampu Memulihkan Ekonomi Nasional
  • Dubes RI Untuk Oman : Pekerja Migran Unggul Kerja, Lemah Dalam Bahasa
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mustika Ratu dan YPI Kirim Puteri Indonesia ke Ajang Miss Universe 2021
    02 Tertangkapnya Abner Terkait Narkoba, Asessment BNN Tak Diterima Kejari Jakpus
    03 Kedubes Oman Adakan Tadarus Al-Quran Lintas Negara Ramadhan 1442 H
    04 Teten Masduki Katakan UMKM Mampu Memulihkan Ekonomi Nasional
    05 Dubes RI Untuk Oman : Pekerja Migran Unggul Kerja, Lemah Dalam Bahasa
    06 Ketua PBNU, Said Aqil Siradj Dukung Mustika Ratu (MRAT) Produksi Herbal Untuk Konsumi Ibadah Puasa
    07 Vaksinasi Lansia Aman dan Aksesnya Makin Dipermudah
    08 Peta Jalan Industri 4.0 Indonesia, Menuju 10 Besar Negara Ekonomi Terbesar
    09 Ini Kiat Menjaga Kesehatan Jantung
    10 KPK Ingatkan Batas Waktu Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Periodik 2020
    11 Mustika Ratu (MRAT) dukung Pertemuan Ilmiah Tahunan Pertama Perkumpulan Disiplin Herbal Medik Indonesia (PDHMI)
    12 Sulut Hentikan Suntik Vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca
    13 Bisnis Perumahan Syariah Di Tengah Pandemi Corona Tetap Diminati
    14 Yunus Nafik Gelar Jumat Sedekah
    15 Mustika Ratu (MRAT) Sinergi Bisnis dengan Pt Pegadaian (Persero)
    16 Selebgram Rachel Vennya Pilih Produk Softlens dari SISSELENS Indonesia
    17 Wujudkan Generasi Masa Depan Sampoerna University Gelar Webinar Inspiratif di Era Akselerasi Digit
    18 Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia Unilever Kampanyekan Senyum Sehat Bersama Pepsodent
    19 Cerita Shelly Nekat Rilis Lagu Ciptaannya
    20 Kiat Setelah di Vaksin, Seperti Apa?
    21 Kebakaran Kecil di Rooftop Mustika Ratu
    22 Wakil Ketua Kpk Terima Laporan Penyimpangan Dana Covid 19 dari Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Sumbar
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © SITUS NEWS - terpercaya dan bersahabat