Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Inovatif dan Inspiratif, Kementan Dorong Pengembangan Budidaya Padi IP400
Sabtu 28 November 2020, 13:37 WIB

Situsnews - Sragen 

Merupakan salah satu penghasil beras terbesar di Indonesia yakni menempati peringkat ke 9. Pencapaian ini karena petani di Sragen menerapkan berbagai terobosan inovasi dan teknologi salah satunya tanam padi dengan pola indeks pertanaman (IP) 400 atau tanam dan panen 4 kali setahun.

Berangkat dari hal ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penuh model budidaya padi dengan pola IP400 untuk meningkatkan produksi padi, ketahanan pangan dan nilai tambah atau kesejahteraan petani. Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, pola IP400 artinya petani menanam dan memanen padi sebanyak empat kali dalam setahun dengan mengefektifkan masa tanam, selama tiga bulan petani harus mampu menanam padi dari mulai persemaian, olah tanah sampai panen.

"Kuncinya pengaturan pola tanam dan jenis varietasnya berumur pendek dan cepat panen sehingga bisa panen 4 kali setahun. Benih berumur pendek 70 sampai 90 hari yang disemai di luar, pola dan waktu tanam sesuai kalender tanam," demikian dikatakan Suwandi saat terjun menemui petani padi di Desa Mlale Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen menerapkan tanam padi IP400, Sabtu (28/11/2020).

Suwandi mengaku sudah menginstruksikan mulai 2021 ini setiap kabupaten mengenalkan pola tanam IP400 ini luasan minimal 25 hektar. Kementan memberikan dukungan dengan menyalurkan bantuan gratis berupa bibit unggul, alat mesin pertanian, obat-obatan, pupuk, pendampingan serta fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) bekerja sama dengan perbankan.

"Ini akan dijadikan percontohan di tiap kabupaten untuk bisa diikuti oleh petani petani lain sehingga jangkauan IP400 lebih luas," terangnya.

Mbah Pandi, salah seorang petani di Desa Mlale Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen menanam padi bersama petani lain yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan pola IP400 seluas 80 ha di 3 kelompok tani. Setahun dua kali tanam menggunakan varietas IR64 dengan masa panen umur 85 hari setelah tanam (HST) dan dua kali tanam dengan varietas Inpari32, panennya 90 HST.

"Kami tanam padi bulan November 2019, panennya Februari 2020. Selang antara panen ke tanam lagi bulan Februari ini maksimal 5 hari. Sebelum panen bibit untuk ditanam sudah disiapkan terlebih dahulu dan setelah panen melakukan olah tanam 4 hari. Kami pakai pupuk kandang," ungkap Mbah Pandi kepada Suwandi dan rombongan.

Bagaimana caranya usai panen langsung tanam? Mbah Pandi menjelaskan caranya melakukan penyemaian padi di luar selama 20 hingga 25 hari atau beli bibit siap tanam. Jarak waktu antara panen ke tanam maksimal 5 hari.

"Setelah dipanen dengan combine harvester langsung olah tanah dengan traktor dan disebar pupuk organik dan hari ke-5 sudah ditanam padi," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen Eka R. Mumpuni mengatakan penerapan pola IP400 ini didukung dengan ketersediaan air irigasi sepanjang waktu karena saat musim kemarau air tercukupi. Air tercukupi berkat bantuan sumur submersible dengan tenaga listrik.

"Hasil panen sekitar 9 ton perhektar, dengan harga Rp. 4.650 perkilogram gabah kering panen. Incomenya mencapai Rp 41 juta perhektar dan biaya satu musim Rp 15 juta perhektar sehingga keuntungan kotor Rp 26 juta perhektar permusim," terang Eka.

"Kami berharap pola IP400 ini bisa diterapkan di kabupaten lain, sehingga produksi padi dalam negeri meningkat, selalu tersedia dan kesejahteraan petani pun meningkat," pinta dia.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top