Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Komisi IV DPR RI: Sleman Contoh Pertanian Sebagai Leading Sector Perekonomian
Sabtu 28 November 2020, 10:27 WIB

Situsnews - Sleman

Komisi IV DPR RI bersama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kunjungan spesifik ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meninjau percontohan Mina Padi di Dusun Samberembe, Kelurahan Candibinangun, Kecamatan Pakem, Jumat kemarin (27/11). Hadir Ketua Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi IV DPR RI, I Made Urip, Direktur Jenderal Tanaman, Suwandi, Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, dan anggota Komisi IV DPR RI lainnya.

Bupati Sleman yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dwianta Sudibyo menyampaikan rasa terima kasih dan rasa hormat kepada Anggota Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian. Kunjungaan ini menurutnya menunjukkan besarnya perhatian pembangunan pertanian dan perikanan di Kabupaten Sleman.

"Ini menjadi motivasi bagi masyarakat Sleman untuk meningkatkan dan bekerja lebih baik," kata Dwianta.

Selain Mina Padi, Sleman juga sudah dikenal dengan komoditas hortikultura berupa salak pondok yang banyak dikembangkan di kawasan Merapi. Bahkan, kini dikembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata.

Sementara itu, I Made Urip mengatakan kemitraan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah kepada petani cukup bagus. Petani Sleman menurutnya cukup terampil dan pemerintah daerah serius menggarap sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

"Pertanian Sleman ini menjadi contoh bagaimana pertanian menjadi leading sector dan memeberikan kontribusi terhadap perekonomian. Mudah-mudahan selama covid 19, Sleman tetap menjaga kedaulatan pangan kita," ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid mengatakan baru pertama kali melihat Mina Padi. Pengembangan inovasi pertanian ini harus dikembangkan di daerah lainnya untuk meningkatkan perekonomian.

"Ini sangat luar biasa. Bagaimana dalam sepetak sawah, bisa menanam padi dan juga memelihara ikan. Ini perlu dikembangkan di beberapa titik, kita bisa meningkatkan produksi dan bisa dijadikan wisata," ungkap Khalid.

Sementra itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang turut hadir mengatakan bahwa sistem budidaya mina padi merupakan implementasi pola integrated farming atau pengelolaan pertanian terpadu. Disini dikenal mina padi. Bahkan satu hamparan dibudidayakan banyak komoditas yakni padi, sayur, ikan dan komoditas pangan lainnya.

"Ini merupakan salah satu langkah nyata Kementan menyiapkan dalam upaya peningkatan ketersediaan pangan di era pandemi covid 19 dan ketersediaan pangan ke depannya," ujarnya.

Menurut Suwandi, integrated farming adalah upaya mewujudkan kemandirian pangan, sehingga Kementan mendukung petani dalam melakukan metode pertanian integrated farming dengan zero waste yang artinya penggunaan eksternal input diminimalisir dan apa yang ada di dalam di institusinya diputar agar efisien di sisi.

"Kementan sangat serius mendorong pengembangan pola integrated farming ini melalui pemberian bantuan KUR, bantuan bibit dan sarana produksinya lainya. Pola ini menjadi model untuk dikembangkan di berbagai daerah sehingga ketahanan pangan nasional," terangnya.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sektor pertanian Indonesia harus tangguh sehingga dalam menghadapi berbagai macam goncangan, tetap eksis menyediakan makan rakyat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara mikro dan makro. Pola integrated farming salah jawaban dari hal ini," tandas Suwandi.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top