Buah Citrus.JAKARTA – Upaya meningkatkan energi dan fokus kerap dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari mengonsumsi kopi hingga memilih makanan tertentu. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa efek serupa ternyata bisa diperoleh hanya dengan mencium aroma makanan tertentu.
Aroma dari sejumlah makanan dan buah diketahui mampu merangsang sistem saraf serta aktivitas otak. Dampaknya, seseorang dapat merasakan peningkatan suasana hati, konsentrasi, hingga kewaspadaan tanpa harus mengonsumsinya secara langsung.
Dilansir dari Very Well Health pada 9 April 2026, terdapat beberapa aroma makanan yang terbukti memberikan efek menyegarkan dan membantu menjaga fokus tubuh.
Salah satu yang paling dikenal adalah aroma buah citrus seperti jeruk, lemon, dan grapefruit. Kandungan limonene dalam buah tersebut berperan dalam merangsang sistem saraf sekaligus membantu mengurangi stres. Ahli gizi asal Miami, Amerika Serikat, Jennifer Nicole Bianchini menyebutkan bahwa aroma citrus dapat meningkatkan suasana hati dan membuat tubuh terasa lebih segar.
Selain itu, peppermint juga menjadi pilihan efektif untuk mengatasi rasa kantuk. Kandungan mentol di dalamnya mampu mengaktifkan reseptor pada saluran hidung, sehingga meningkatkan kewaspadaan dan fokus. Aroma ini juga dikaitkan dengan penurunan stres serta peningkatan kinerja kognitif.
Aroma kopi tak kalah menarik. Meski belum diminum, aroma kopi sudah mampu merangsang bagian otak yang berkaitan dengan memori dan kewaspadaan. Hal ini disebabkan oleh ratusan senyawa aromatik yang terkandung dalam kopi, sehingga seseorang bisa merasa lebih terjaga hanya dengan mencium aromanya.
Sementara itu, rosemary dikenal memiliki manfaat dalam meningkatkan fokus dan daya ingat. Kandungan senyawa 1,8-cineole di dalamnya berperan dalam meningkatkan kewaspadaan mental. Aroma rosemary juga kerap dimanfaatkan dalam terapi aromaterapi karena kemampuannya mengurangi kelelahan mental.
Tak kalah bermanfaat, aroma serai atau lemongrass juga mampu memberikan efek menyegarkan. Aroma segarnya dapat merangsang indera penciuman, meningkatkan energi, serta membantu meredakan stres. Penurunan stres tersebut secara tidak langsung turut mendukung peningkatan fokus dalam aktivitas sehari-hari.
Meski demikian, efek dari mencium aroma makanan berbeda dengan mengonsumsi kafein. Ahli gizi Dru Rosales menjelaskan bahwa kafein bekerja sebagai stimulan dengan efek yang lebih tahan lama, sementara aroma hanya memberikan dorongan ringan tanpa efek samping seperti gelisah atau gangguan tidur.(dtc)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Gaya Hidup |



01
02
03
04
05
