Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Mengenal Filosofi Makan 'Hara Hachi Bu' Jepang: Makan Berhenti Sebelum Kenyang Total
Minggu 09 November 2025, 16:46 WIB
ilustrasi.

JAKARTA - Filosofi makan 'hara hachi bu' dari Jepang semakin dikenal sebagai pendekatan kesehatan yang menekankan moderasi serta kesadaran diri saat makan. Begini maknanya.

Prinsip yang berasal dari ajaran Konfusianisme ini mengajarkan seseorang untuk makan dan berhenti ketika tubuh sudah merasa kenyang sebanyak 80%. Secara sederhananya, orang-orang diwajibkan untuk berhenti makan sebelum tubuh mereka merasa kenyang total.

Praktik tersebut diterapkan oleh sebagian masyarakat Jepang yang memiliki angka harapan hidup tinggi, sehingga menarik perhatian publik dan peneliti yang ingin memahami kaitannya dengan gaya hidup sehat.

Dilansir dari Food NDTV (07/11/2025), walaupun sering disalahartikan sebagai metode penurunan berat badan, hara hachi bu tidak berfokus pada pembatasan makanan yang ketat, melainkan pada kemampuan seseorang mengenali rasa lapar dan kenyang ketika makan.

Penelitian mengenai praktik ini memang terbatas, tapi sejumlah temuan menunjukkan hara hachi bu dapat menurunkan asupan kalori harian, mengurangi risiko kenaikan berat badan jangka panjang, serta berkaitan dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah.

Studi lain juga menunjukkan praktik ini mendorong pola makan yang lebih sehat, seperti meningkatnya konsumsi sayuran dan berkurangnya konsumsi biji-bijian tertentu pada sebagian peserta.

Filosofi ini memiliki kesamaan dengan konsep 'mindful eating' dan 'intuitive eating', dua pendekatan makan berbasis kesadaran yang menekankan perhatian pada sinyal tubuh. Riset menyebutkan kedua pendekatan tersebut dapat menurunkan kecenderungan makan emosional serta meningkatkan kualitas pola makan secara keseluruhan.

Dalam jangka panjang, pola makan yang dibangun atas kesadaran dinilai lebih mudah dipertahankan, daripada metode diet ketat yang sering berujung pada kenaikan berat badan kembali.

Konsep hara hachi bu menjadi relevan dalam kehidupan modern karena banyak orang makan sambil menggunakan perangkat digital seperti ponsel, laptop, tablet atau sambil nonton televisi. Bukti menunjukkan sekitar 70% orang dewasa dan anak-anak melakukan hal tersebut ketika makan, dan kebiasaan ini berkaitan dengan meningkatnya asupan kalori serta perilaku makan tidak teratur.

Beberapa ahli gizi menilai banyak orang kini kehilangan hubungan dengan makanan karena kurang benar-benar menikmati proses makan.

Meskipun demikian, praktik ini tidak cocok bagi semua orang, terutama atlet, anak-anak, lansia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu yang memiliki kebutuhan nutrisi khusus.

Pada akhirnya hara hachi bu menawarkan prinsip yang lebih luas daripada sekedar berhenti makan sebelum kenyang. Salah satunya agar orang-orang mengapresiasi makanan, menghormati tubuh, dan menghindari makan berlebihan sebagai bagian dari kehidupan yang lebih seimbang.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Gaya Hidup
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top