Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
IHSG Cetak Rekor, SBN Turun, Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
Kamis 06 November 2025, 08:40 WIB
ilustrasi.

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah berjalan satu tahun. Selama periode tersebut, kondisi ekonomi nasional menunjukkan kinerja yang relatif stabil dengan pertumbuhan rata-rata di kisaran 5 persen.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 mencapai 4,8 persen, dan meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II.

“Kalau kita review dalam satu tahun pemerintahan Pak Prabowo-Gibran, kinerjanya tidak jelek. Secara underlying performance, kita bahkan outperforming dibanding banyak negara lain,” ujar Febrio dalam acara Economic Outlook di Hotel Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025).

Pada kuartal III-2025, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,04 persen. Febrio optimistis pertumbuhan di kuartal IV akan lebih kuat lagi, seiring dengan berbagai stimulus fiskal yang akan digelontorkan pemerintah menjelang akhir tahun.

Selain pertumbuhan ekonomi yang solid, kinerja pasar keuangan nasional juga menunjukkan tren positif.
Febrio menuturkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menyentuh All Time High (ATH) di level 8.317, sementara imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) turun ke 5,91 persen, posisi terendah sejak 2021.

“Kalau kita lihat SBN, itu adalah bentuk kepercayaan paling penting. Karena ini mencerminkan trust global dan domestik terhadap tata kelola ekonomi dan fiskal kita. Intinya, pasar percaya Indonesia mampu menjaga komitmen dan membayar kewajibannya,” jelasnya.

Meski begitu, Febrio mengakui bahwa tantangan global masih cukup besar. Pertumbuhan ekonomi dunia sepanjang 2025 diperkirakan melemah dan hanya tumbuh sekitar 2,9 persen pada 2026.

“Tahun 2025 ini sudah hampir selesai. Global masih melambat, dan tahun depan belum ada titik cerah yang signifikan. Tapi justru ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional,” tambahnya.

Febrio menegaskan, pemerintah terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan dengan memperkuat kepercayaan pasar, meningkatkan investasi, serta memperluas basis ekonomi domestik melalui berbagai kebijakan strategis dalam tiga bulan terakhir.(dtc)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top