Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Komnas HAM: Petugas Langgar HAM dalam Penembakan 4 Laskar FPI Pasca Km 50
Jumat, 08-01-2021 - 22:37:29 WIB
TERKAIT:
 
  • Komnas HAM: Petugas Langgar HAM dalam Penembakan 4 Laskar FPI Pasca Km 50
  •  

    Situsnews - Jakarta 


    Komnas HAM memaparkan hasil investigasi peristiwa tewasnya 6 laskar FPI pada 27 November 2020. Hasilnya, Komnas HAM menyatakan tewasnya 4 orang laskar FPI merupakan pelanggaran HAM.


    Awalnya, Komnas HAM menjelaskan bukti-bukti yang mereka peroleh mulai dari temuan di lapangan, voice note, hingga screenshot CCTV. Komnas HAM juga telah memeriksa polisi, keluarga korban, pihak FPI, hingga saksi di lokasi. Komnas HAM memanggil pula sejumlah ahli.


    Hasilnya, memang ada peristiwa pembuntutan terhadap Habib Rizieq oleh polisi pada saat itu. Dalam proses itu, ada 6 orang laskar FPI yang tewas dalam 2 konteks yang berbeda.


    "Terdapat 6 orang meninggal dunia dalam 2 konteks peristiwa yang berbeda," kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam dalam jumpa pers pada Jumat (8/11/2020).


    Konteks Pertama: Ada Baku Tembak Laskar FPI dan Polisi


    Konteks yang pertama terjadi di Jalan Internasional Karawang hingga diduga mencapai Km 48 Tol Cikampek. Komnas HAM menyebut ada saling serang dan baku tembak antara laskar FPI dan polisi. Dua orang laskar FPI tewas di momen peristiwa ini.


    "Substansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antarmobil dan saling serang antarpetugas dan laskar FPI bahkan dengan menggunakan senjata api," jelasnya.


    Konteks Kedua: 4 Laskar FPI Tewas


    Konteks peristiwa yang kedua terjadi setelah KM 50 Tol Cikampek. Sebanyak 4 orang laskar FPI yang masih hidup dibawa oleh polisi dan kemudian ditemukan tewas.


    "Sedangkan terkait peristiwa Km 50 ke atas, terdapat 4 orang yang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara yang kemudian ditemukan tewas sehingga peristiwa tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia," kata Choirul Anam.


    Choirul Anam menyebut tewasnya 4 laskar FPI pasca Km 50 merupakan peristiwa unlawful killing. "Penembakan sekaligus terhadap 4 orang dalam 1 waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya tindakan unlawful killing terhadap 4 orang anggota laskar FPI," ungkapnya.


    Komnas HAM bergerak mengusut tewasnya 6 Laskar FPI di Tol Cikampek Km 50 pada Desember 2020. Berdasarkan penjelasan Polda Metro Jaya, enam orang ini tewas ditembak karena melakukan perlawanan pada Senin (27/11/2020).


    Polri sendiri telah mempersilakan Komnas HAM ikut mengusut insiden ini. Di tengah proses tersebut, penanganan kasus ini diambil alih oleh Bareskrim Polri.


    Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan pihaknya profesional dan transparan dalam pengusutan insiden ini serta melibatkan pihak eksternal. Salah satu bentuknya adalah dengan melibatkan pihak eksternal ketika rekonstruksi kejadian.


    Dalam prosesnya, Komnas HAM telah memeriksa Kapolda Metro Jaya Irjen Fadli Imran hingga Dirut Jasa Marga, Subakti Syukur. Pihak Jasa Marga dipanggil karena CCTV di lokasi mati saat kejadian tersebut.Komnas HAM juga memanggil dokter yang mengautopsi jenazah 6 laskar FPI hingga memeriksa mobil yang dipakai saat kejadian. Mobil yang diperiksa yaitu Chevrolet yang rusak di ban bagian depan, Avanza Silver dengan lubang menganga di kaca, serta mobil Avanza Silver kedua yang tidak mengalami kerusakan.


    Dari pihak keluarga 6 laskar FPI, mereka menyerahkan foto dan video jenazah sebagai bukti ke Komnas HAM. Keluarga 6 laskar FPI sempat disebut merestui adanya autopsi ulang jenazah namun pada akhirnya Komnas HAM tidak melakukan autopsi ulang.


    Pada akhir Desember 2020 lalu, Komnas HAM merilis hasil investigasi sementara soal insiden ini. Salah satu temuannya adalah soal 7 proyektil peluru dan 4 selongsong di sekitar lokasi kontak tembak. Komnas HAM lalu meminta keterangan ahli balistik dan ahli forensik. Selain itu, Komnas HAM juga menggelar rekonstruksi pada 4 Januari 2021. Selama proses pengusutan, Komnas HAM mengantongi rekaman suara terkait peristiwa ini. Komnas HAM juga menganalisis 8.000 lebih video.


    (Detikcom/As)




     
    Berita Lainnya :
  • Mentan SYL : Untuk Ekspor Komoditas Pertanian Terobos Dulu, Kami Siap Backup
  • Mendikbud: Pembelajaran Tatap Muka Bisa Dimulai Setelah Vaksinasi Guru
  • Jihad Ekonomi Muhammadiyah Dengan Dirikan LOGMART
  • Sri Mulyani Menarget Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3 Persen di 2021
  • Dekan Pertanian UGM : Pertanian Penopang Ekonomi Nasional
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Mentan SYL : Untuk Ekspor Komoditas Pertanian Terobos Dulu, Kami Siap Backup
    02 Mendikbud: Pembelajaran Tatap Muka Bisa Dimulai Setelah Vaksinasi Guru
    03 Jihad Ekonomi Muhammadiyah Dengan Dirikan LOGMART
    04 Sri Mulyani Menarget Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3 Persen di 2021
    05 Dekan Pertanian UGM : Pertanian Penopang Ekonomi Nasional
    06 Buktikan Eksis di Industri Musik, Arfa Rilis Lagu
    07 Presiden Jokowi Dorong Pembangunan Kawasan Food Estate Sumba Tengah Capai 10.000 Ha
    08 Bangun Eksistensi dan Sinergi Antara Steakeholder IKA UMB Bagikan Sembako
    09 Tuntut Keterbukan Mahasiswa UIN Lakukan Aksi Sembah Rektor
    10 Cegah Penularan Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2021 Jadi 2 Hari
    11 Kapolri Harus Segera Copot Dirkrimsus Polda Metro Jaya
    12 Komunitas Madrasah Kembali Berbagi Rezeki Kali Ini di Bedahan Depok
    13 Pemerintah terbitkan 49 PP dan perpres aturan pelaksana UU Cipta Kerja
    14 AS Bakal Bongkar Fakta Kematian Misterius Jamal Khashoggi, Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Jadi Dalang
    15 Kunjungi Ponpes Al Ghazaly, Mentan SYL Serukan Kerja Kolaboratif Lawan Covid
    16 Ombudsman Temukan Bukti Praktik Surat Palsu Ketua Ombudsman Penghentian Penyelidikan Maladministrasi Kanwil Agama NTB
    17 Usai Vaksinasi Pada Pedagang Pasar Tanah Abang, PHRI Dukung Vaksinasi Pada Sektor Pariwisata
    18 Terkait Data Food Sustainaible Index, Rektor IPB : Indikator Ketahanan Pangan Kita Memang Unggul Dari Negara Lain
    19 Menteri PUPR, Kapolda Metro-Pangdam Jaya Tinjau Banjir PGP Bekasi
    20 BMKG Sebut Banjir Jabodetabek Dipicu Hujan Ekstrem dalam 24 Jam
    21 Anies: 200 RT di Jakarta Terdampak Banjir, 329 KK Mengungsi
    22 Rektor IPB : Indeks Ketahanan Pangan Indonesia Lebih Tinggi dari Ethiopia, Filipina dan Pakistan
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © SITUS NEWS - terpercaya dan bersahabat