Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Mendikbud Minta Pemda Riau dan Bupati Kampar Hentikan Angkat Guru Honorer
Minggu 10 Maret 2019, 22:33 WIB

Kampar- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menegaskan, pemerintah akan terus memperhatikan dan mengusahakan secara bertahap(persoalan) guru honorer akan diselesaikan.

Dan Dia juga mohon agar pemerintah daerah di Provinsi Riau, termasuk Bupati Kampar, untuk tidak mengangkat lagi guru-guru honorer. Karena kalau terus-terusan diangkat, tidak akan pernah selesai. Hal itu diungkapkan ribuan peserta Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Minggu (10/3).

"Pemerintah akan terus memperhatikan. Kami usahakan secara bertahap (persoalan) guru honorer akan bisa diselesaikan. Dan saya mohon pemerintah daerah di Provinsi Riau, termasuk Bupati Kampar, untuk tidak mengangkat lagi guru-guru honorer. Karena kalau terus-terusan diangkat, tidak akan pernah selesai," jelas Muhadjir Effendy.

Dalam acara tersebut, Muhadjir menyerahkan bantuan pemerintah sebesar Rp449,4 miliar untuk Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Bantuan tersebut terdiri dari Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Kemudian Tambahan Penghasilan (Tamsil) Guru, Bantuan Operasional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kesetaraan.

Muhadjir mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru. Di antaranya, ditunjukkan melalui rekrutmen guru melalui jalur CPNS dan calon PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerj).

Khusus untuk guru honorer K2, tahun ini pemerintah membuka formasi sebanyak 72 ribu guru honorer tersebut untuk menjadi PPPK. Tesnya pun dibuat terpisah dengan jalur umum.

Sementara itu, Bupati Catur mengatakan, Kabupaten Kampar memiliki 1.404 lembaga dan satuan pendidikan yang terdiri dari 424 lembaga PAUD nonformal, 350 Taman Kanak-kanak, 492 Sekolah Dasar (SD), dan 131 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Serta satuan pendidikan di bawah pembinaan Kementerian Agama dengan total peserta didik sebanyak 131.939 siswa.

Momentum ini memberikan makna dan motivasi tersendiri bagi Pemkab Kampar untuk lebih optimal memajukan pendidkan yang dijiwai semangat kebersamaan," tandas Bupati Catur. (ddg/berbagai sumber).




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top