Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Indonesia Dapat Utang Rp15 Triliun dari Australia, Sri Mulyani Beberkan Alasannya
Kamis 12 November 2020, 14:15 WIB

Situsnews - Jakarta

Pemerintah Australia memberikan pinjaman sebesar 1,5 miliar dolar Australia atau sekitar Rp15,4 triliun kepada Indonesia.

Pinjaman dalam rangka membantu menangani pandemi Covid-19 tersebut diberikan Australia dengan tenor 15 tahun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun mengapresiasi pinjaman yang diberikan pemerintah Australia tersebut.

“Kami mendiversifikasi pembiayaan dan dukungan Australia yang memberikan pinjaman 1,5 miliar (dollar Australia) kepada Indonesia, adalah salah satu bentuk dukungan yang sangat kami hargai,” tuturnya, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pinjaman dari pemerintah Australia itu, mampu melengkapi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen fiskal.

Apalagi, dia mengatakan bahwa saat ini APBN sedang sangat tertekan hingga terjadi pelebaran defisit sebesar 6,34 persen.

Pinjaman sebesar Rp15 triliun dari Australia itu akan digunakan untuk mengatasi dampak pandemi, dan mendukung beberapa sektor.

Mulai dari mendukung sektor kesehatan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dunia usaha, hingga masyarakat melalui perlindungan sosial.

“Ini juga menjaga keamanan dan kesinambungan rentang fiskal kami. Kami sangat menghargai dukungan baik secara pribadi maupun dari pemerintah Australia,” ujar Sri Mulyani Indrawati.

Menurutnya, adanya pinjaman tersebut menunjukkan bahwa persahabatan serta kemitraan antara Indonesia dan Australia sangat kuat.

Sehingga, kedua negara dapat saling memberikan dukungan untuk keluar dari masa krisis kesehatan.

“Kita berdua memiliki tujuan bersama, untuk memulihkan dan memperkuat. Karena kita tidak bisa sembuh sendiri dengan pandemi Covid-19 ini,” ucap Sri Mulyani Indrawati.

Sementara itu, Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg menyatakan bahwa pinjaman tersebut, mencerminkan masa-masa krisis kesehatan yang harus dihadapi bersama. sehingga pemulihan dapat terjadi di kedua negara.

“Di masa yang penuh tantangan ini, kekuatan hubungan antara Australia dan Indonesia menjadi lebih penting dari sebelumnya. Hubungan ini lebih dari sekedar perdagangan dan ekonomi,” tuturnya.

(Pikiran Rakyat/AS)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top