Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
TNI Menantikan Payung Hukum Operasional Melawan Aksi Terorisme
Kamis, 12-11-2020 - 03:42:44 WIB
TERKAIT:
 
  • TNI Menantikan Payung Hukum Operasional Melawan Aksi Terorisme
  •  

    Situsnews.com,Jakarta-Terorisme merupakan tindak pidana ekstra ordinari. Terorisme dapat mengancam stabilitas bangsa dan negara. Namun, secara legal formal, operasionalisasi keterlibatan TNI dalam menghadapi terorisme belum memiliki payung hukum, peraturan presiden yang menjadi amanat dari payung hukum UU no:5/2018 tentang penanggulangan terorisme.


    Kendalanya, menurut Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham Prof Dr Benny Riyanto SH MHum CN, ada dibagian penjelasan pasal 43 huruf I ayat (3) menyebutkan, pembentukan peraturan presiden dalam ketentuan ini, dilakukan setelah berkonsultasi dengan DPR RI.



    “Berkonsultasi dengan DPR, bukan harus mendapatkan persetujuan,” ucap Profesor Benny Riyanto
    dalam Webinar Peran TNI Mengatasi Aksi Terorisme dalam Menjaga Kedaulatan NKRI di Jakarta, Rabu (11/11/2020).


    Prof Benny Riyanto mengungkapkan, saat ini, TNI melalui Kementerian Pertahanan sedang mengajukan rancangan Perpres terkait tugas TNI dalam mengatasi aksi terorisme.


    Ia menyebutkan, keterlibatan TNI, sebenarnya sudah diatur secara jelas dan tegas dalam Undang-undang TNI yaitu UU no: 34 tahun 2004. Ayat (1) Pasal 7 UU tersebut menjelaskan bahwa TNI memiliki tugas pokok. Kemudian ayat (2) nya menyebutkan, tugas pokok itu dilakukan melalui dua cara yaitu operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang (OMSP). Dalam operasi militer selain perang, poin 3 menyebutkan untuk mengatasi terorisme.


    Dinamika internasional pelibatan militer secara terbatas dalam pemberantasan terorisme, menurut Prof Benny Riyanto, sebenarnya bukan merupakan hal baru. Di dalam beberapa literatur secara umum, setiap negara yang menghadapi ancaman terorisme memberikan ruang keterlibatan militer.


    Keterlibatan itu dilakukan dengan militerisasi penuh atau bantuan terhadap otoritas penegak hukum.


    “Kemampuan militer ini sangat dibutuhkan untuk penanggulangan terorisme,” ujarnya.


    Prof Maria Farida mengakui, bagian Penjelasan UU no.5/2018, pasal 43 huruf I ayat (3) seperti menyandera presiden dalam membuat perpres, karena ada ketentuan pembuatan perpres dilakukan setelah berkonsultasi dengan DPR.


    Namun, setelah konsultasi dilakukan hingga kini,
    belum membuahkan hasil.


    "Seharusnya, perpres itu paling lama setahun setelah peraturan itu diundangkan, selesai," terangnya.


    Ia pun menyarankan, agar lebih intens melakukan konsultasi dengan DPR sehingga perpres itu, segera selesai.


    Ia juga mengungkapkan, ada dua langkah lain yang dapat ditempuh, namun langkah itu membutuhkan waktu. Kedua langkah itu adalah memajukan perubahan atas UU no:5/2018 dan mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi.


    Secara lebih lugas lagi, Prof Hikmahanto mengatakan bahwa penyelesaian perpres tersebut menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan saat ini. Bukan saja karena proses pembuatannya sudah telat dua tahun, namun juga evolusi terorisme juga berlangsung sangat cepat yang dapat mengancam kedaulatan negara.


    “Repot kalau perpres tidak keluar-keluar. Apakah memang perpres itu harus ada konsultasi ke DPR, memang kalau di bagian penjelasannya ada di sana tetapi tidak sampai berlama-lama juga,” ujarnya.


    Selain Prof Benny Riyanto, diskusi yang digelar Sekolah Tinggi Hulkum Militer ini dipandu Dr Prastoko SH MA juga menghadirkan Ahli Hukum Tata Negara FH UI Prof Dr Maria Farida Indrati SH MH, Rektor Universitas Ahmad Yani Prof Hikmahanto Juwana, Prof Dr Indriyanto Seno Adji SH MH, dosen FH Universitas Indonesia Dr Edmon Makarim SKom SH, sebagai pembicara. Selain itu, juga ada Kolonel KH Dr Ali Ridho SH MM sebagai penanggap. (Imam/Dpriyatna)


     




     
    Berita Lainnya :
  • Gubernur Bengkulu Mengajak Seluruh Pihak Untuk Memperkuat Kostratani
  • Pilwakot Makassar Irman-Zunnun : Program Pemberantasan Narkoba
  • Manfaatkan Teknologi, Solusi Cerdas yang Ditawatkan Irman - Zunnun untuk Penanganan Covid-19
  • TNI AD Ciptakan Ban Anti Bocor Kebal Peluru
  • Poltekad Kodiklatad Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi TNI AD
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gubernur Bengkulu Mengajak Seluruh Pihak Untuk Memperkuat Kostratani
    02 Pilwakot Makassar Irman-Zunnun : Program Pemberantasan Narkoba
    03 Manfaatkan Teknologi, Solusi Cerdas yang Ditawatkan Irman - Zunnun untuk Penanganan Covid-19
    04 TNI AD Ciptakan Ban Anti Bocor Kebal Peluru
    05 Poltekad Kodiklatad Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi TNI AD
    06 Tak Kalah, TNI Kembangkan Senjata 'Corner Shoot'
    07 Poltekad Cetak Prestasi Nasional Bidang Teknologi Militer
    08 Hari Pertama Syahrul Yasin Limpo, Menteri KKP Ad Interim
    09 Sekjen Kementan: Tingkatkan Pelayanan Melalui Digitalisasi Sistem
    10 Lewat Herbamuno, Mustika Ratu Raih Top Innovation Choice Award 2020
    11 Di Kepemimpinan SYL, Kementan Raih Sederet Penghargaan
    12 Gatra Awards Menganugrahi Mentan Syahrul Sebagai Penjaga Pangan dan Pelecut Ekspor
    13 Seminar FPK Riau, Gubri Serukan Kelola Kemajemukan, Kapolda Minta Raih Kemajuan dengan Kebudayaan
    14 Mentan Ajak Perguruan Tinggi Bersama Bangun SDM Pertanian Indonesia
    15 Herbamuno+Kaplet Optimalkan Imun Tubuh
    16 Yovie Widianto Kepincut Penyanyi Baru Aminda, Seperti Apa?
    17 Ini Identitas 10 Korban Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Cipali
    18 Pernyataan Lengkap Jokowi Ungkap Kasus Corona di RI Memburuk, Soroti Jateng-DKI
    19 Trio The RYM'S Release Lagu
    20 Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementan
    21 Jokowi Bubarkan 10 Lembaga: Dewan Riset Nasional-Komisi Pengawas Haji
    22 Mentan SYL Resmikan Penggilingan Padi dan Salurkan Bantuan di Bulukumba
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © SITUS NEWS - terpercaya dan bersahabat