SHOLAT dhuha merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Pelaksanaannya dimulai pada pagi hari setelah matahari terbit dan berakhir sebelum masuk waktu sholat Zuhur.
Namun, masih banyak umat Islam yang bertanya-tanya, pukul berapa sebenarnya sholat dhuha sudah boleh dikerjakan? Apakah pukul 06.00 pagi sudah termasuk waktu dhuha?
Secara bahasa, dhuha berarti waktu ketika matahari mulai terbit hingga naik dan memancarkan cahaya putih. Dalam kajian fikih dan ilmu falak, waktu pelaksanaan sholat dhuha memiliki batas awal dan akhir yang telah dijelaskan para ulama.
Mengutip buku Waktu Shalat: Kajian Fiqih dan Astronomi karya Abd. Karim Faiz, dalam ilmu falak, waktu dhuha dimulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit hingga menjelang matahari mencapai titik tertingginya.
Sementara itu, ulama fikih menjelaskan bahwa waktu dhuha dimulai ketika posisi matahari telah naik setinggi satu tombak atau sepenggalah, yang dikenal dengan istilah qadra rumhin.
Terdapat sejumlah penjelasan dari empat mazhab mengenai awal waktu sholat dhuha.
Mazhab Hanafi berpendapat waktu dhuha dimulai ketika matahari telah naik dan berlangsung hingga sebelum matahari tergelincir. Mazhab Maliki menjelaskan bahwa awal waktunya ditandai dengan matahari yang mulai naik, cahayanya memutih, serta warna kemerahannya menghilang.
Adapun mazhab Syafi'i menyatakan waktu dhuha dimulai ketika matahari mulai naik. Sementara mazhab Hanbali menjelaskan bahwa waktu tersebut dimulai ketika matahari telah naik dan panasnya mulai terasa.
Di wilayah DKI Jakarta, pada pekan pertama November, matahari terbit sekitar pukul 05.23 WIB. Dengan demikian, sholat dhuha dapat dimulai sekitar 15 menit setelah matahari terbit.
Jika mengacu pada jadwal sholat yang diterbitkan Bimas Islam Kementerian Agama, waktu dhuha di wilayah tersebut dimulai sekitar pukul 05.51 WIB.
Batas Akhir Waktu Sholat Dhuha
Selain mengetahui waktu dimulainya, umat Islam juga perlu memperhatikan batas akhir pelaksanaan sholat dhuha.
Dalam buku Fikih 4 karya Siti Khomisil Fatatil Aqillah dan Kiki Rejeki, dijelaskan bahwa batas akhir sholat dhuha sekitar 15 menit sebelum masuk waktu Zuhur.
Sebagai contoh, apabila waktu Zuhur di suatu wilayah jatuh pada pukul 12.00 WIB, maka batas akhir pelaksanaan sholat dhuha sekitar pukul 11.45 WIB.
Karena waktu terbit matahari dan masuknya Zuhur berbeda-beda di setiap daerah, umat Islam dianjurkan menyesuaikan waktu pelaksanaan sholat dhuha dengan jadwal sholat setempat.
Waktu Sholat Dhuha yang Paling Afdal
Di antara rentang waktu tersebut, terdapat waktu yang dinilai lebih utama untuk melaksanakan sholat dhuha.
Mengutip buku Agar Shalat Dhuhamu Berbuah Kekayaan karya Iqra' al-Firdaus, waktu paling afdal untuk mengerjakan sholat dhuha adalah ketika panas matahari mulai terasa.
Penjelasan ini didasarkan pada hadis riwayat Muslim dari Zaid bin Arqam. Rasulullah SAW bersabda:
"Sholat Awwabin (orang-orang yang kembali kepada Allah atau bertobat) adalah ketika anak unta mulai kepanasan." (HR Muslim).
Hadis tersebut menjadi salah satu landasan mengenai keutamaan melaksanakan sholat dhuha ketika matahari mulai terasa panas.
Apakah Pukul 06.00 Pagi Sudah Boleh Sholat Dhuha?
Sholat dhuha pukul 06.00 pagi pada dasarnya sudah boleh dilakukan apabila matahari di wilayah tersebut telah terbit dan naik sekitar 15 menit.
Artinya, waktu pelaksanaan tidak bisa disamakan untuk seluruh daerah. Perbedaan waktu terbit matahari membuat awal waktu dhuha juga berbeda.
Karena itu, sebelum melaksanakan sholat dhuha, sebaiknya periksa jadwal matahari terbit dan waktu dhuha sesuai lokasi masing-masing agar ibadah dilakukan pada waktunya. (detik)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Gaya Hidup |



01
02
03
04
05
