Infografis : Kualitas Udara Kota Pekanbaru, Minggu, 6 September 2026, Pukul 09.00 WIB : 79,2 µg/m³, masih dalam kategori Tidak Sehat.
PEKANBARU — Kualitas udara di Kota Pekanbaru pada Minggu (6/9/2026) hingga pagi menjelang siang berada dalam kategori Tidak Sehat. Kondisi tersebut berdasarkan pemantauan konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang dipublikasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Data terbaru BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru pada pukul 09.00 WIB mencapai 79,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka tersebut masuk dalam kategori Tidak Sehat, berdasarkan klasifikasi konsentrasi PM2.5 yang digunakan BMKG.
Sebelumnya, pada pukul 07.00 WIB, konsentrasi PM2.5 Pekanbaru tercatat lebih tinggi, yakni 128,2 µg/m³, yang juga berada dalam kategori Tidak Sehat. Dengan demikian, terjadi penurunan konsentrasi PM2.5 dari pagi hingga pukul 09.00 WIB, meski kualitas udara masih belum masuk kategori baik.
Udara Kabur dan Jarak Pandang Terbatas
Kondisi atmosfer Pekanbaru pada pagi hingga menjelang siang juga ditandai dengan udara yang relatif kabur. Data BMKG di Bandara Sultan Syarif Kasim II pada pukul 10.30 WIB menunjukkan suhu sekitar 31 derajat Celsius, kondisi berasap, dengan jarak pandang sekitar 4,5 kilometer. Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan sekitar 16,7 km/jam.
Sementara itu, prakiraan BMKG untuk sejumlah wilayah Kota Pekanbaru menunjukkan kondisi cerah berawan hingga udara kabur. Di kawasan Tampan, misalnya, BMKG memperbarui informasi pada pukul 10.40 WIB dengan suhu sekitar 34 derajat Celsius, kelembapan 47 persen dan angin dari tenggara sekitar 10,8 km/jam.
Masyarakat Diminta Memperhatikan Kondisi Udara
BMKG mengelompokkan konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5–150,4 µg/m³ sebagai kategori Tidak Sehat. PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni 2,5 mikrometer atau lebih kecil, yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Dengan kondisi saat ini, masyarakat Pekanbaru, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara, sebaiknya mempertimbangkan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas luar ruangan dalam waktu lama.
Masyarakat juga disarankan mengurangi paparan asap dan debu, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan serta memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG.
Kondisi kualitas udara dapat berubah sepanjang hari mengikuti perubahan arah dan kecepatan angin, kondisi atmosfer, aktivitas pembakaran maupun sumber polusi lainnya.
Data ini merupakan pembaruan BMKG pada Minggu, 6 September 2026, dan dapat berubah sewaktu-waktu seiring pembaruan hasil pemantauan.(*)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Pekanbaru |



01
02
03
04
05
