Rabu, 21 Oktober 2026

Breaking News

  • Razia Sarang Narkoba Panger, Polda Riau Hancurkan Gubuk Transaksi Sabu   ●   
  • Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport   ●   
  • Wabup Syamsurizal Lantik 90 Pejabat di Lingkungan Pemkab Siak: Jabatan Adalah Amanah untuk Mengabdi, Bukan Mencari Kenyamanan   ●   
  • Harga Emas Antam Turun Lagi, Buyback di Pekanbaru Jadi Rp2,369 Juta per Gram   ●   
  • Ketika Sawit Membakar Langitnya Sendiri   ●   
Komisi II DPRD Bengkalis Apresiasi Penanganan Karhutla di Riau
Sabtu 29 Agustus 2026, 07:29 WIB
Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis bersama BPBD Provinsi Riau membahas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di Kabupaten Bengkalis.

BENGKALIS - Komisi II DPRD Kabupaten Bengkalis mengapresiasi langkah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau bersama berbagai pihak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Bengkalis Syafroni Untung saat melakukan pertemuan dengan BPBD Provinsi Riau di Pekanbaru, Kamis (27/8/2026).

Kunjungan tersebut disambut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau M. Edy Afrizal, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur serta jajaran.

Syafroni mengatakan penanganan karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor. Selain pemerintah dan BPBD, keterlibatan pemadam kebakaran, TNI-Polri, perusahaan, serta masyarakat dinilai penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi seluruh pihak sangat penting agar kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” ujar Syafroni.

Ia juga mendorong penguatan langkah pencegahan, terutama di daerah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi. Upaya tersebut antara lain melalui penyediaan sumber air, normalisasi kanal, dan peningkatan kesiapsiagaan di lapangan.

Anggota Komisi II DPRD Bengkalis Laurensius Tampubolon turut mengapresiasi upaya BPBD Riau bersama unsur terkait dalam mengendalikan karhutla.

Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sebelum munculnya titik api sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika potensi kebakaran mulai terdeteksi.

“Kalau potensi kebakaran sudah dapat diprediksi, langkah pencegahan harus dipersiapkan lebih awal. Ini akan membuat penanganan lebih efektif dan efisien,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, BPBD Riau menyampaikan adanya peningkatan jumlah titik panas pada periode yang sama tahun 2026 dibandingkan 2025. Namun, peningkatan titik panas tersebut tidak diikuti kenaikan luas lahan terbakar.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pertemuan, luas lahan terbakar di Provinsi Riau pada 2026 mencapai sekitar 16.500 hektare.

Komisi II DPRD Bengkalis berharap koordinasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi terus diperkuat. Dengan sinergi tersebut, pencegahan dan penanganan karhutla, khususnya di Bengkalis, diharapkan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris DPRD Bengkalis Rafiardhi Ikhsan, Kepala Damkar Bengkalis M. Fendro Arrasyid, Kepala Pelaksana BPBD Bengkalis Salman Alfarisi, serta jajaran BPBD Provinsi Riau.(inf)




Editor : Tim
Kategori : DPRD Bengkalis
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Rabu 21 Oktober 2026
Mitsubishi Pajero Terbaru Dibanderol Rp1,06 Miliar, Ini Bedanya dengan Pajero Sport

Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top