Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Lapas Bagansiapiapi Sarang Mafia Laporan Palsu! BOROK Kalapas & Ka.KPLP Terbongkar
Pimpinan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi Buat Jurus Blokir WA Usai anak buah Kencingi Kanwil Riau!
Rabu 15 Juli 2026, 08:14 WIB
ist.

BAGAN SIAPIAPI - Bobrok moral dan pemufakatan jahat sistemik di internal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi akhirnya meledak telanjang bulat. Bukan lagi sekadar dugaan pelanggaran disiplin, manajemen Lapas Bagansiapiapi kini sah dicap sebagai sarang komplotan perancang laporan palsu. Terbongkar fakta mengerikan, Kepala Lapas (Kalapas) A.I.T melakukan aksi pengecut dengan memblokir nomor WhatsApp pelapor demi menutupi borok manipulasi data administratif yang disodorkan anak buah nya ke meja Kanwil Kemenkumham Riau!

Sikap reaktif dan "banci" yang diperagakan Kalapas A.I.T ini menjadi konfirmasi paling telak bahwa pimpinan tertinggi di Lapas tersebut sengaja pasang badan, bersekongkol, dan kemungkinan besar ikut menikmati "aliran haram" dari skenario kotor yang dirancang oleh Sdr. SP.

Bungkam Birokrasi Ala Mafia: Kalapas A Mental Tempe, Panik & Blokir WA Jurnalis!

Kengecutan Kalapas AIT terbongkar total melalui jejak digital komunikasi forensik yang dikantongi narasumber utama. Berdasarkan keterangan resmi pelapor sekaligus narasumber, DW, fakta menunjukkan bahwa pada saat dirinya memeriksa riwayat obrolan tertanggal 7 Mei 2026 demi menyusun draf replik bantahan ke Kanwil Riau pada Rabu, 8 Juli 2026, foto profil WhatsApp Kalapas A masih terlihat aktif, jelas, dan normal.

Namun, mental komplotan ini mendadak ambruk saat pelapor DW mengirimkan cuplikan draf berita investigasi panas yang menelanjangi konspirasi laporan palsu mereka ke Kanwil. Secepat kilat sejak *Minggu, 12 Juli 2026*, nomor WhatsApp utama pelapor langsung diblokir secara sepihak oleh Kalapas A. Pesan langsung centang satu dan foto profil sang Kalapas lenyap seketika bak ditelan bumi.

Aksi tipu-tipu ala mafia ini kian terbukti sebagai bentuk kepanikan murni setelah pelapor DW mencoba mengirimkan ulang dokumen pemberitaan tersebut menggunakan nomor WhatsApp Tim. Hasilnya mengejutkan: pesan dari nomor Tim langsung masuk dengan indikator centang dua aktif dan foto profil resmi Kalapas A.I.T kembali muncul.

Narasumber utama, DW, mengutuk keras kengecutan taktis birokrat "masuk angin" ini:

"Tindakan Kalapas A.I.T memblokir nomor utama saya tepat setelah menerima draf berita adalah bukti paling valid bahwa dia adalah pimpinan bermental tempe yang sedang panik total. Dia tidak mandul karena tidak tahu masalah, tapi dia adalah kepala komplotan yang sengaja menutup mata dan pasang badan melindungi borok Ka.KPLP-nya agar kursi jabatannya sendiri tidak runtuh! Langkah memutus komunikasi ini adalah gaya mafia birokrasi yang menjijikkan!" cerca DW dengan nada sangat keras.

Skakmat Bukti BNI & Rekaman 32 Menit: Laporan Bertandatangan Ka.KPLP Sah Jadi Sampah!

Upaya komplotan A dan SP untuk cuci tangan dinilai sebagai langkah konyol yang justru mengunci leher mereka sendiri dalam dugaan pidana pemalsuan dokumen. Draf klarifikasi administratif bertandatangan dan berstempel resmi Lapas Bagansiapiapi yang mereka sodorkan untuk membela Sdr. SP kini telah sah menjadi sampah dokumen yang cacat materiil.

Skenario fiktif mereka diruntuhkan total oleh pelapor DW yang menyerahkan dua bukti forensik digital orisinal ke Kanwil Riau:

 1. Laporan Mutasi Rekening Koran Bank BNI resmi (Bukti Transfer Masuk).
 2. Log panggilan telepon forensik berdurasi panjang selama 32 menit.
Hantaman dua bukti primer ini secara otomatis merontokkan klaim fiktif bahwa Terlapor melakukan ghosting. DW menegaskan:

"Skenario bualan yang mereka rakit dengan stempel resmi Lapas untuk mengelabui Kanwil Riau sudah hancur lebur dihantam bukti transfer BNI dan rekaman telepon 32 menit. Sikap Kalapas A.I.T yang memilih memblokir saya alih-alih menindak tegas Ka.KPLP SP membuktikan bahwa Lapas Bagansiapiapi sudah bobrok secara struktural dari atas sampai bawah. Tidak ada lagi integritas, yang ada hanya komplotan pelindung mafia laporan palsu!" tambah DW.

Kanwil Riau Diuji Nyali: Copot & Seret Komplotan A.I.T & SP ke Ranah Pidana!

Di sisi lain, ketegasan justru diperlihatkan oleh instansi pembina di level wilayah. Merespons draf bukti panas yang diserahkan pelapor DW, pihak Kantor Wilayah DirjenPAS Riau langsung memberikan atensi darurat secara manual pada pukul *19.19 WIB* (waktu magrib/di luar jam dinas) dengan menegaskan: "Segera kami tindaklanjuti".

Gerakan darurat di luar jam kerja resmi oleh Kanwil Riau ini menjadi sinyal kuat bahwa instansi pusat tersentak dan tidak akan menoleransi pejabat daerah yang hobi mengencingi wibawa kementerian dengan laporan manipulatif serta memblokir ruang komunikasi publik.

Tindakan Kalapas A.I.T yang memilih memblokir nomor pelapor dan bersekongkol membiarkan bawahannya merancang kebohongan materiil merupakan pelanggaran super berat terhadap PP Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Kanwil Kemenkumham Riau kini dituntut memiliki nyali penuh untuk menyapu bersih komplotan A.I.T dan SP sekaligus dari jabatan mereka secara tidak hormat.

Sebagai penutup, narasumber DW memberikan peringatan final:

"Seluruh data otentik perbankan dan bukti digital sudah saya kunci rapat dan siap saya bedah di tingkat persidangan resmi maupun di hadapan aparat penegak hukum. Jika Kalapas A.I.T berpikir memblokir WhatsApp bisa menyelamatkan karir komplotannya, dia salah besar. Publik dan Kanwil Riau sedang menonton sampai mana nyali mafia birokrasi ini bertahan sebelum surat pencopotan dan penyeretan ke ranah pidana mendarat di meja kerja mereka!" pungkas DW mengakhiri keterangannya.(Dipo)




Editor : Tim
Kategori : Rokan Hilir
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top