Rabu, 3 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Gerak Cepat Tekan Stunting: Pemkab Kuansing Gandeng RAPP Evaluasi Program Strategis
Kamis 23 April 2026, 19:11 WIB
Pemkab Kuansing dan Provinsi Riau menggelar evaluasi program pendampingan teknis dan advokasi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kantor Bupati Kuansing

KUANSING – Percepatan penurunan stunting memerlukan kerja bersama lintas sektor, tidak hanya mengandalkan peran pemerintah, tetapi juga keterlibatan dunia usaha dan masyarakat. Kolaborasi yang solid menjadi faktor penentu agar berbagai intervensi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama Pemerintah Provinsi Riau menggelar Pertemuan Evaluasi Program Pendampingan Teknis dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Bupati Kuantan Singingi, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini turut didukung PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor.

Pertemuan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala DP3AP2KB Provinsi Riau Hj. Fariza, SH., MH., staf Bappeda Provinsi Riau Desmil Faneni, S.Si., Asisten II Setda Kuantan Singingi Drs. Napisman, Kepala Dinas Kesehatan Kuantan Singingi Aswandi, SKM, serta Kepala DP2KBP3A Kuantan Singingi Mardansyah, S.Sos., MM.

Program yang dievaluasi merupakan bagian dari pendampingan teknis dan advokasi yang dilaksanakan RAPP sejak Mei 2025 hingga April 2026. Program ini melibatkan Tim Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, serta 10 kecamatan di wilayah operasional perusahaan.

Stakeholder Relations Manager RAPP, Raja Elwan Jumanri, menekankan pentingnya sinergi dalam mendukung keberhasilan program penurunan stunting.

“Upaya ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Jika hanya satu pihak yang bergerak, hasilnya tidak akan optimal. Karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi semua pihak, terutama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program Community Development (CD) RAPP dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang.

“Kami tidak hanya berfokus pada bantuan sesaat, tetapi memastikan program yang dijalankan berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Asisten II Setda Kuantan Singingi, Drs. Napisman, turut mengapresiasi kontribusi RAPP dalam penanganan stunting di daerah tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian RAPP terhadap persoalan stunting. Sinergi ini perlu terus diperkuat agar penanganan stunting dapat diselesaikan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Dampak program juga dirasakan langsung oleh kader di lapangan. Resdaneti, Kader Posyandu Kinanti, mengaku semakin termotivasi setelah menerima dukungan atribut kader.

“Dengan adanya rompi ini, kami menjadi lebih semangat dalam menjalankan tugas mendampingi masyarakat di posyandu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pendampingan yang telah diberikan selama program berlangsung.

“Kami berharap ke depan pembinaan ini terus berlanjut sehingga kapasitas kader semakin meningkat dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik,” tambahnya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kuantan Singingi tercatat sebesar 23,1 persen, sedikit meningkat dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 23 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan intervensi secara lebih intensif.

Selama program berjalan, RAPP telah mendampingi 66 posyandu di 42 desa. Dari total 53 balita malnutrisi, sebanyak 12 anak atau sekitar 23 persen mengalami perbaikan status gizi. Selain itu, 22 kepala keluarga berhasil keluar dari kemiskinan ekstrem dari target 156 KK.

Di sektor pendidikan, intervensi dilakukan pada 31 sekolah dasar dan 10 sekolah menengah pertama dengan target peningkatan literasi dan numerasi hingga 70 persen.

Pertemuan ini juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi praktik baik, pembelajaran, serta merumuskan langkah tindak lanjut pascaprogram. Hal tersebut mencakup penguatan implementasi Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (SKPP) dan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (P3S).

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat semakin kuat, sehingga percepatan penurunan stunting di Kuantan Singingi dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan. (Rilis)




Editor : Tim
Kategori : Kuantan Singingi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top