Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
  • Empat Tahun Jadi Bank Syariah, BRK Syariah Hadapi Tantangan Perluasan Bisnis   ●   
Inspiratif! Program PEP Lirik di Pelalawan Sulap Sampah Jadi Kompos dan Ecobrick
Kamis 23 April 2026, 17:21 WIB
Gaungkan semangat Hari Bumi, PEP Lirik ajak masyarakat ubah sampah jadi nilai guna bagi kehidupan.

PELALAWAN – Peringatan Hari Bumi pada 23 April 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bersama yang dimulai dari langkah-langkah sederhana di tingkat rumah tangga.

Semangat tersebut tercermin melalui berbagai program yang dijalankan Pertamina EP (PEP) Lirik di wilayah operasionalnya. Melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, perusahaan ini mendorong pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang bernilai guna sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan berbasis komunitas.

Sebagai bagian dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang berperan dalam mendukung ketahanan energi nasional, PEP Lirik mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan dalam keberlanjutan operasionalnya. Program-program yang digulirkan dirancang untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, sejalan dengan semangat Hari Bumi 2026 yang menekankan pentingnya aksi kolektif demi keberlanjutan bumi.

Manager Community Involvement & Development (CID) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menyampaikan bahwa perubahan perilaku lingkungan harus dibangun dari aktivitas keseharian masyarakat.

“Program lingkungan yang kami jalankan tidak bersifat seremonial, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan. Ketika manfaatnya dirasakan langsung, baik untuk kesehatan lingkungan maupun produktivitas pekarangan, maka kesadaran itu akan tumbuh secara alami,” ujarnya.

Dampak dari program tersebut kini mulai terlihat. Sampah yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan, perlahan berubah menjadi sumber manfaat. Pekarangan rumah yang semula kurang dimanfaatkan, kini berkembang menjadi lahan produktif yang mendukung ketahanan pangan keluarga serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Melalui program Bank Sampah di SMP Negeri 1 Lirik dan Program Kampung Iklim (Proklim) di Desa Lambangsari V, PEP Lirik menghadirkan edukasi sekaligus praktik langsung pengelolaan sampah dari sumbernya. Para siswa di SMPN 1 Lirik diajak mengolah sampah plastik menjadi ecobrick dengan dukungan mesin pencacah, sehingga kesadaran lingkungan dapat ditanamkan sejak dini.

Sementara itu, di Desa Lambangsari V, pengelolaan sampah rumah tangga dikembangkan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati melalui pemanfaatan komposter dan biopori yang terintegrasi dengan kegiatan pertanian pekarangan. Sejak 2025, bantuan berupa benih cabai, mesin pencacah organik, serta alat bor biopori turut memperluas implementasi program ini di tingkat rumah tangga.

Inisiatif tersebut juga diperkuat dengan pengembangan budidaya cacing (vermikultur) bersama Kelompok Tani Berkat Usaha. Lewat program Pulsa Cacing (Pengolahan Unik Limbah Sapi dan Sawit untuk Budidaya Cacing), limbah organik diolah menjadi vermikompos yang memiliki nilai ekonomi. Program ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk pengembangan kebun buah naga organik.

Ketua KWT Melati Desa Lambangsari V, Sri Wiji Rahayuningsih, mengakui adanya perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat.

“Dulu sampah dapur hanya dibuang, sekarang bisa diolah menjadi kompos dan pupuk cacing untuk tanaman sendiri. Pekarangan menjadi lebih produktif, dan hasil panen meningkat,” ungkapnya.

Iwan menegaskan bahwa penguatan kapasitas kelompok masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program.

“Kami mendorong masyarakat menjadi pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat. Dengan begitu, inisiatif lingkungan dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya.

Momentum Hari Bumi ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Upaya tersebut juga berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 6 (air bersih dan sanitasi), 12 (konsumsi dan produksi berkelanjutan), serta 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Pelalawan
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top