Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi
Jumat 30 Januari 2026, 06:23 WIB
ilustrasi.

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN mendapatkan arahan dari Danantara agar memfokuskan pengembangan usaha pada sektor midstream dan downstream, meninggalkan aktivitas di sektor hulu (upstream).

Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa seluruh BUMN akan diarahkan untuk mendukung tiga fokus utama pemerintah dalam pelaksanaan program strategis nasional, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya manusia.

“BUMN akan mendukung realisasi tiga fokus utama pemerintah dalam program strategis. Di sektor energi, seperti PGN, akan bergerak di bisnis midstream dan downstream, bukan upstream lagi,” ujar Dony Oskaria, Kamis (29/1/2026).

Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya untuk menekan impor dan subsidi LPG, PGN didorong untuk terus memperluas program jaringan gas rumah tangga (jargas). Pembangunan gas kota akan dimulai melalui proyek percontohan di Batam sebelum dilanjutkan ke sejumlah daerah lain.

“Trial pembangunan jaringan gas rumah tangga dilakukan di Batam. Setelah itu akan berlanjut ke empat kota lainnya,” jelas Dony.

Hingga 2025, PGN telah menyalurkan jaringan gas rumah tangga ke lebih dari 821 ribu pelanggan yang tersebar di 18 provinsi serta 74 kota dan kabupaten. Selain itu, PGN juga mengelola jaringan pipa transmisi dan distribusi gas bumi dengan total panjang lebih dari 33.500 kilometer, termasuk sekitar 19.700 kilometer pipa jargas.

Tak hanya fokus pada jargas, Danantara juga menyiapkan pengembangan Dimetil Eter (DME) sebagai alternatif pengganti LPG impor yang selama ini menjadi kebutuhan utama rumah tangga di Indonesia.

“Kami sudah menyiapkan program DME untuk menggantikan LPG yang sebagian besar masih impor. Groundbreaking proyek DME direncanakan pada akhir Januari atau awal Februari 2026,” tambah Dony.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kebutuhan LPG nasional pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 10 juta metrik ton (MT), sementara kapasitas produksi dalam negeri baru berada di kisaran 1,3 hingga 1,4 juta MT per tahun. Kondisi ini menyebabkan defisit sekitar 8,6 juta MT yang harus dipenuhi melalui impor.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut, untuk menjaga ketahanan energi nasional, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp402,4 triliun dalam APBN 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp381,3 triliun serta pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) senilai Rp37,5 triliun.

Sejumlah BUMN telah memulai langkah awal pengembangan DME, di antaranya PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang melakukan studi awal proyek tersebut. Selain itu, PTBA bersama PGN juga mengembangkan kerja sama hilirisasi batu bara melalui produksi Synthetic Natural Gas (SNG) yang nantinya akan disalurkan kepada pelanggan eksisting PGN.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Ekonomi
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top