Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Bunda PAUD Riau Henny Sasmita Tegas Tolak Kekerasan Anak: Edukasi Sejak Dini Jadi Kunci Pencegahan
Rabu 17 September 2025, 13:01 WIB
Bunda PAUD Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid.

PEKANBARU – Kasus kekerasan terhadap anak masih kerap terjadi di tengah masyarakat. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Bunda PAUD Provinsi Riau, Henny Sasmita Wahid, yang menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis, tidak bisa ditoleransi dan harus dicegah sejak dini.

Sebagai Bunda PAUD, Henny aktif mendorong sosialisasi penolakan kekerasan terhadap anak. Edukasi ini diberikan agar anak-anak mampu mengenali perlakuan yang mereka terima, sekaligus berani bersuara jika mengalami tindakan tidak semestinya.

“Anak-anak sejak dini perlu diberikan pemahaman, bagaimana cara mengenali apa yang terjadi pada dirinya, dan mengetahui apakah hal itu termasuk kekerasan dari orang di sekitarnya atau tidak,” ujar Henny saat menghadiri kegiatan di Taman Kanak-Kanak Program Gugus Laboratorium Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, Rabu (17/9/2025).

Menurut Henny, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan di jenjang PAUD, tetapi juga diperluas hingga SD, SMP, bahkan SMA. Ia menekankan bahwa kekerasan tidak sebatas luka fisik, melainkan juga menyangkut kesehatan mental. Karena itu, edukasi yang dilakukan bersifat menyeluruh, termasuk membekali anak-anak dengan pemahaman menjaga kesehatan jiwa.

“Harus dipahami, kekerasan bukan hanya soal fisik, tapi juga psikis. Karena itu kami aktif berkeliling ke seluruh Provinsi Riau untuk memberikan edukasi terkait kekerasan pada anak,” jelasnya.

Melalui Tim Penggerak PKK Provinsi Riau, Henny juga menggagas program “Jelajah Anak Riau”. Program ini berkolaborasi dengan Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Riau untuk memberikan edukasi tentang kesehatan mental remaja. Kehadiran psikolog dalam program tersebut diharapkan membantu anak-anak lebih memahami diri mereka, sekaligus mendorong orang tua agar lebih peduli terhadap kondisi buah hati.

Ia menambahkan, kasus kekerasan sering kali justru dilakukan oleh orang-orang terdekat anak. Karena itu, Pokja PAUD bersama berbagai pihak terus mengintensifkan edukasi, sosialisasi, serta mendorong lahirnya kebijakan pemerintah yang berpihak pada perlindungan anak.

“Pokja PAUD berupaya mencegah kekerasan dengan edukasi, sosialisasi, serta mendorong adanya peraturan pemerintah dan fasilitas publik yang siap menangani kasus jika benar-benar terjadi,” tegas Henny.

Lebih jauh, Henny mengingatkan pentingnya keberadaan Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) di Riau. UPT PPA, katanya, tidak hanya fokus pada anak, tetapi juga pada perempuan. Layanan yang diberikan mencakup pendampingan, perlindungan hukum, hingga pemulihan bagi korban kekerasan.

“UPT ini sudah lama terbentuk dan menjadi rujukan penting untuk menangani kasus kekerasan, baik terhadap anak maupun perempuan,” pungkasnya.(mcriau)

 




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top