Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Rute Pendek Belum Tentu Hemat BBM, Kemacetan Jadi Faktor Penting   ●   
  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
Akankah Bencana Kabut Asap Riau Terulang? Ini Penjelasan Kepala BPBD
Senin 17 Oktober 2022, 14:37 WIB
Kabut asap di Kota Pekanbaru, Riau, tahun 2019 lalu.

PEKANBARU - Provinsi Riau pernah menjadi perhatian nasional akibat bencana kabut asap parah yang terjadi pada tahun 2014. Dua puluh tahun sebelum itu bahkan hingga saat ini, kabut asap masih terus menghantui masyarakat.

Sejak keluarnya pasangan Syamsuar-Edy Natar Nasution sebagai pemenang pemilihan gubernur riau (Pilgubri) tahun 2018, secara umum terjadi penurunan luas lahan dan hutan yang terbakar sehingga kabut asap yang timbul tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun begitu, pada tahun 2019 sempat terjadi kembali kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap yang mengepung langit Provinsi Riau. Sekolah diliburkan, berbagai event dibatalkan, hingga bandara terpaksa menutup penerbangan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edy Afrizal mengatakan bahwa dua tahun terakhir atau sejak tahun 2020 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Forkopimda cukup berhasil mencegah terjadinya kabut asap dengan menekan karhutla.

"Karhutla itu dua tahun ini memang cenderung menurun dan alhamdulillah tidak sebabkan kabut asap," kata dia, Senin (17/10/2022).

Edy menjelaskan bahwa pihaknya saat ini memprioritaskan mitigasi (pencegahan) bencana melalui pembangunan secara fisik maupun peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana terutama memasuki tiga bulan terakhir tahun 2022 ini.

"Kegiatan patroli akan terus dilakukan oleh tim-tim di daerah. Kegiatan sosialisasi juga bisa disisipkan di tengah kegiatan seperti itu. Yang jelas, kita akan terus mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.

Meski begitu, Edy mengakui belum bisa memprediksi bagaimana kondisi Provinsi Riau pada tahun 2023 mendatang. Sebab terbakarnya lahan, meski sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia, juga bisa terjadi karena musim kemarau.

"Tahun depan kita belum tahu karena tergantung kondisi cuaca," sebutnya.

Edy mengatakan bahwa tidak hanya BPBD Provinsi Riau yang akan melakukan mitigasi bencana karhutla, namun juga melibatkan TNI, Polri dan instansi-instansi lainnya.

"Upaya pencegahan memang harus terus dilakukan sekaligus menjadi sinyal untuk mendeteksi dini potensi-potensi terjadinya karhutla," tutupnya.(hrc)




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top