Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Wagubri Buka Dialog Nilai-nilai Pembauran di Tengah Masyarakat
Senin 18 Oktober 2021, 12:03 WIB
Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution membuka dialog nilai-nilai pembauran masyarakat di Pekanbaru, Sabtu (16/10/2021)

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution membuka dialog nilai-nilai pembauran masyarakat. Kegiatan ini digelar oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau. Memilih tema Akar Rumput di Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Wagubri dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau mengucapkan selamat atas terselenggaranya forum dialog ini.

Ia berharap dialog ini menghasilkan harapan positif sehingga melahirkan energi. Juga bisa terus mendorong langkah untuk merawat pembauran kebangsaan di tengah kebhinekaan.

"Apresiasi kami juga sampai kepada pengurus FPK Riau yang terus menggelar berbagai kegiatan pembauran kebangsaan," ucap Edy Natar Nasution,  di  Hotel Furaya Pekanbaru, Sabtu (16/10/2021).

Menurutnya, melalui dialog pembauran ini dengan mendatangkan berbagai paguyuban. Hal ini  merupakan bentuk terlaksananya pembauran yang sesungguhnya. Meski berbeda etnis, suku, ras dan agama namun tetap bersatu dalam NKRI.

Bangsa Indonesia dikenal sejak dulu sebagai bangsa yang beraneka ragam baik, suku, etnis, bahasa, ras, dan agama.

Kemajemukan Bangsa Indonesia dapat dilihat dari gambaran demografi. Bahwa terdapat 726 suku bangsa dan 116 bahasa daerah dan enam agama yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

"Yang bertekad untuk menjadi satu bangsa, satu tanah air dan satu bahasa Indonesia," ujar Edy Natar.

Sehingga, kebhinekaan tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Di masa lalu, masa kini, maupun masa yang akan datang.

Namun, Bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai konflik yang bersifat vertikal maupun horizontal.

Hal ini disebabkan oleh berbagai latar belakang, permasalahan baik ras, suku, budaya, dan agama yang dapat mengancam integritas nasional.

Oleh karena itu, ungkap Edy Natar, dalam rangka menjaga, memelihara keutuhan persatuan, dan kesatuan bangsa agar tetap tegaknya kedaulatan NKRI diperlukan adanya komitmen seluruh bangsa. Juga upaya upaya meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Salah satu upaya itu adalah dialog  - dialog dan pertemuan  - pertemuan yang diadakan seperti yang kita lakukan pada hari ini. Semoga dialog ini mendorong komitmen kita dalam merawat pembauran kebangsaan di tengah kebhinekaan," harapnya.*




Editor : Tim
Kategori : Riau
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top