Menanti Nyali Kalapas: Antara Membela Marwah Institusi atau Menjadi Perisai Oknum Pengkhianat?
Selasa 28 April 2026, 06:26 WIB

BAGANSIAPIAPI – Publik kini tidak lagi sekadar menyoroti polah tingkah oknum Humas berinisial I yang diduga melakukan pungli 17 juta. Sorotan tajam kini justru bergeser dan tertuju tepat ke ruang kerja Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Bagansiapiapi. Diamnya sang pimpinan pasca mencuatnya borok internal ini memunculkan pertanyaan besar: Apakah ini bentuk ketenangan, atau justru sebuah pembiaran yang terstruktur?

Loyalitas Semu atau Pelindungan Oknum?

Dua hari berlalu, Kalapas seolah memilih opsi "membisu" di tengah badai informasi yang meruntuhkan marwah institusi yang ia pimpin. Sikap tutup mata ini dinilai sangat berbahaya bagi integritas Pemasyarakatan. Bagaimana mungkin seorang pimpinan tetap tenang ketika data saksi, bukti setor, hingga jeritan mantan WBP sudah tersaji di depan mata?

Munculnya "berita klarifikasi siluman" tanpa narasumber jelas pada Senin pagi (27/04) semakin memperkeruh suasana. Publik melihat adanya upaya "cuci tangan" yang tidak profesional, sementara jalur konfirmasi resmi wartawan justru diblokir oleh oknum yang bersangkutan.

"Kita tidak butuh narasi tanpa wajah. Jika Kalapas merasa bawahannya benar, mari kita konfrontasi di depan hukum. Saya memegang kuasa dari korban (mantan WBP), saya memegang bukti setor 17 juta, dan saya siap menghadirkan saksi hidup di persidangan," tegas jurnalis investigasi yang mengawal kasus ini.

Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan dari pagi hingga siang hari di Lapas Bagansiapiapi pada 27 April 2026 kembali menemui jalan buntu dengan alasan adanya agenda internal. Namun, kebenaran tidak bisa ditunda hanya karena alasan seremonial.

Sikap "tutup mata" pimpinan terhadap bawahan yang diduga mengkhianati Peraturan Menteri Hukum dan HAM adalah bentuk pembiaran yang mencederai kepercayaan publik. Jika seorang pimpinan tidak mampu menindak tegas "kerikil" di dalam sepatunya sendiri, maka publik berhak bertanya: Apakah pengkhianatan ini terjadi atas izin diam-diam, ataukah pimpinan memang sudah kehilangan kendali atas institusinya?

Besok, bola panas ini akan kembali diletakkan di meja Kalapas. Publik menanti, apakah beliau akan tetap membisu atau berani mengambil tindakan revolusioner demi membersihkan nama baik Lapas Bagansiapiapi dari oknum-oknum bermental pungli.(Dipo)

 




Editor : Tim
Kategori : Rokan Hilir
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top