Jagung.JAGUNG manis menjadi salah satu jenis sayuran yang banyak digemari berkat rasa manis alami dan teksturnya yang renyah. Biasanya dipanen saat masih muda, jagung ini kerap dikonsumsi dengan cara direbus, dibakar, maupun diolah menjadi berbagai hidangan.
Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang justru menghindari jagung manis. Hal ini dipicu oleh berbagai anggapan terkait kandungan gula dan karbohidratnya yang dinilai tinggi.
Memang, jagung manis mengandung gula alami dan karbohidrat yang dapat memengaruhi kadar gula darah apabila dikonsumsi secara berlebihan. Selain itu, kandungan kalorinya juga membuat sebagian orang yang menjalani diet ketat memilih untuk membatasinya.
Namun, sejumlah anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Jagung manis tetap memiliki berbagai manfaat kesehatan yang penting bagi tubuh. Dikutip dari eatingwell.com (9/4), berikut sejumlah mitos seputar jagung manis yang telah terbantahkan:
1. Jagung manis tinggi lemak
Anggapan ini tidak tepat. Jagung manis termasuk makanan rendah lemak, dengan kandungan sekitar 1 gram lemak per tongkol berdasarkan data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA). Lemak yang terkandung pun terdiri dari lemak sehat, seperti lemak tak jenuh tunggal dan ganda, yang baik untuk kesehatan jantung jika dikonsumsi tanpa tambahan bahan tinggi lemak seperti mentega atau susu.
2. Konsumsi jagung menyebabkan kenaikan berat badan
Kenaikan berat badan lebih dipengaruhi oleh tambahan topping berkalori tinggi, seperti mentega, keju, atau saus. Satu tongkol jagung polos hanya mengandung sekitar 122 kalori dan hampir 3 gram serat. Kandungan ini membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, jagung mengandung pati resisten yang dicerna lebih lambat dan berperan dalam pengendalian berat badan.
3. Jagung manis tinggi gula
Untuk kategori sayuran, jagung memang mengandung gula. Namun, jumlahnya relatif rendah. Satu tongkol jagung ukuran sedang hanya mengandung sekitar 5 gram gula, lebih rendah dibandingkan banyak buah, seperti pisang. Kandungan seratnya juga membuat jagung memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.
4. Jagung tidak memiliki manfaat kesehatan
Fakta ini keliru. Jagung manis mengandung berbagai nutrisi penting, seperti lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata. Selain itu, kandungan seratnya membantu menjaga kesehatan pencernaan dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Jagung juga mengandung vitamin B, zat besi, protein, dan kalium.
5. Proses memasak menghilangkan nutrisi jagung
Anggapan ini juga tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan ulasan dalam jurnal Food Science and Human Wellness tahun 2018, proses memasak justru dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi pada jagung manis. Konsumsi jagung secara rutin bahkan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti kardiovaskular dan diabetes tipe 2.
Secara keseluruhan, jagung manis tetap merupakan pilihan pangan yang sehat. Konsumsi dalam jumlah wajar dan seimbang dengan asupan gizi lainnya dapat memberikan manfaat optimal bagi tubuh.(dtc)
| Editor | : | Tim |
| Kategori | : | Gaya Hidup |
