Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Garuda Merah Akan Lakukan People Power 22 Mei
Senin 20 Mei 2019, 07:10 WIB

Jakarta-Ormas Garuda Merah, lewat Ketua Umumnya, Abdul Rahman  mengatakan, telah mencatat banyak kesalahan input dari Situng KPU yang merugikan pasangan 02,yakni Prabowo Sandi. Berbagai upaya dilakukan mulai dari melapor ke Bawaslu hingga menunjukkan bukti-bukti ke KPU. Namun, sayang belum di respon.

Urai Abdul Rahman, berdasarkan data yang dimiliki Tim BPN PRabowo-Sandi, banyak kecurangan terhadap hasil Pemilu 2019, terutama menyangkut hasil perolehan suara dari pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Kita mencatat ada banyak kesalahan input dari Situng KPU yang merugikan pasangan 02,yakni Prabowo Sandi. Berbagai upaya telah kita lakukan mulai dari melapor ke Bawaslu hingga menunjukkan bukti-bukti ke KPU. Namun, sayang belum di respon,” ucap Ketua Umum Garuda Merah, Abdul Rahman SH, saat bincang-bincang dengan awak media sambil buka puasa bersama di Depot Malang, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Oleh karenanya, Garuda Merah akan melawan Kejahatan Demokrasi ini dengan mendukung gerakan rakyat yang akan  turun ke jalan menyuarakan pendapatnya.

"Intinya Garuda Merah akan mengambil sikap untuk tetap melakukan people power karena dilindungi oleh Undang Undang. Jadi di sepanjang hari yang tersisa ini Garuda Merah akan menempuh sesuai mekanisme yang berlaku untuk terus mengawasi Situng KPU, lalu terus mendesak Situng dihentikan kepada Bawaslu. Disamping terus melakukan aksi aksi moral," terangnya.

Guna menyikapi kondisi terkini akibat Pilpres 2019, lanjut Abdul Rahman demokrasi seperti tercederai dan ada potensi  perpecahan di masyarakat.

"Untuk itu kami meminta jangan ada kelompok yang akan merusak keutuhan masyarakat. Kami juga menyatakan sikap menolak perpecahan antar masyarakat," tegasnya.

Terkait, maraknya ratusan anggota KPPS yang meninggal dunia, pihaknya memberi penghormatan dengan menaikkan bendera setengah tiang.

"Ormas Garuda Merah turut berbela sungkawa atas meninggalnya para Pahlawan Demokrasi yakni 538 KPPS dan 3.000 petugas yang sakit. Kami mendesak untuk segeta dibentuk Tim Pencari Fakta dan menyematkan Pita Hitam sebagai tanda berkabung," tambahnya.(dudung)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top