Rabu, 4 Februari 2026

Breaking News

  • Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung   ●   
  • PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi   ●   
  • Jalur Lembah Anai Rawan Longsor, Pemerintah Rancang Tol Sicincin-Bukittinggi   ●   
  • ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat   ●   
  • PHR Perkuat Inovasi Migas, Sumbang 26 Persen Produksi Minyak Nasional   ●   
Negara Pertama di Dunia Gratiskan Semua Transportasi Umum
Kamis 06 Desember 2018, 13:01 WIB


LUKSEMBURG -- Luksemburg akan menjadi negara pertama di dunia yang semua transportasi umumnya bisa diakses secara gratis. Tarif kereta api, trem, dan bus akan dicabut pada musim panas mendatang.

Rencana itu merupakan rencana pemerintahan koalisi yang dipimpin oleh Xavier Bettel. Bettel yang telah terpilih kembali dalam pemilihan, telah disumpah untuk masa jabatan keduanya sebagai perdana menteri pada Rabu (5/12).

Partai Demokrat yang mengusung Bettel, akan membentuk pemerintahan dengan Partai Pekerja Sosialis sayap kiri dan Partai Hijau. Koalisi itu telah bersumpah untuk memprioritaskan lingkungan selama kampanye pemilihan mereka.

The Guardian melaporkan, selain janji menggratiskan transportasi umum, pemerintahan baru juga mempertimbangkan untuk melegalkan ganja dan memperkenalkan dua hari libur nasional baru. Kota Luksemburg, ibu kota negara kecil itu, telah menderita kemacetan lalu lintas parah dan menjadi salah satu yang terburuk di dunia.

Kota itu adalah rumah bagi sekitar 110 ribu orang, ditambah 400 ribu orang pekerja dari kota lain. Sebuah penelitian menunjukkan, pengemudi di ibu kota Luksemburg menghabiskan rata-rata 33 jam dalam kemacetan lalu lintas pada 2016.

Sementara negara itu secara keseluruhan memiliki 600 ribu penduduk. Hampir 200 ribu orang yang tinggal di Prancis, Belgia, dan Jerman, menyeberangi perbatasan setiap hari untuk bekerja di Luksemburg.

Luksemburg semakin menunjukkan sikap progresif untuk transportasi umum. Di musim panas ini, pemerintah telah menggratiskan transportasi untuk setiap anak dan remaja di bawah usia 20 tahun.

Siswa sekolah menengah dapat menggunakan angkutan gratis dari sekolah ke rumah mereka. Sementara warga lainnya hanya perlu membayar 2 euro untuk sekali perjalanan hingga dua jam, di negara dengan luas 2.590 km persegi itu.

Selanjutnya di awal 2020 semua tiket akan dihapus, tetapi kebijakan itu belum sepenuhnya dipikirkan. Keputusan belum diambil tentang apa yang harus dilakukan terkait kompartemen kelas satu dan kelas dua di kereta api.

Kebijakan pemerintah baru yang telah menyebabkan perdebatan paling banyak, adalah legalisasi pembelian, kepemilikan, dan konsumsi ganja untuk penggunaan rekreasi.

Bettel baru saja kembali ke pemerintahan dalam pemilu belum lama ini. Meski demikian, jajak pendapat sebelum pemilu Oktober telah mengindikasikan Christian Social People’s Party (CSV), akan mengakhiri langkah Bettel yang telah menjabat sebagai perdana menteri selama lima tahun.(rol)




Editor :
Kategori : Internasional
Untuk saran dan pemberian informasi kepada situsnews.com, silakan kontak ke email: redaksi situsnews.com
Berita Pilihan
Selasa 03 Februari 2026
Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung

Jumat 30 Januari 2026
PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi

Rabu 28 Januari 2026
ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat

Senin 26 Januari 2026
Jaecoo Hadirkan Dealer 3S Berstandar Global di Pekanbaru

Jumat 23 Januari 2026
Penertiban PKL Rohil Dinilai Tebang Pilih: Kedai Kopi Besar, Makan Badan Jalan Malah Dibiarkan

Jumat 16 Januari 2026
Kemah Budaya Wartawan HPN 2026 Digelar di Baduy, PWI Tekankan Penghormatan Adat

Selasa 13 Januari 2026
Rahasia Awet Muda Tanpa Skincare Mahal, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Jarang Disadari

Rabu 07 Januari 2026
Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan

Senin 29 Desember 2025
Upah Minimum Riau 2026 Ditetapkan, Ini Daftar UMK Kabupaten/Kota

Sabtu 27 Desember 2025
Tren Carnivore Diet Makin Populer, Pakar Ungkap Risiko di Balik Klaim Manfaat

Copyrights © 2025 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top