Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Kapolda Riau Bagikan Paket Sembako Hingga Borong Dagangan Kaki Lima
Sabtu 24 Juli 2021, 09:06 WIB
Perempuan yang berusia 65 tahun ini kebingungan, melihat beberapa polisi berseragam turun dari kendaraan dinas. Ketika itu dirinya sedang mengaji (Membaca Alquran, red) sembari berharap ada orang yang melintas berhenti membeli dagangannya

PEKANBARU - Buk Wati, penjual jambu di pinggir Jalan Soekarno-Hatta (Jalan Arengka, red) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau tak pernah menyangka bakal bertemu orang nomor satu di kepolisian daerah (Polda) Riau, yakni Irjen Agung Setya Imam Effendi dilokasi berdagangnya. Wanita yang sudah tidak memiliki suami ini pun sontak kaget, begitu tahu iring-iringan jenderal bintang dua tersebut menepi dan menghampirinya.

Perempuan yang berusia 65 tahun ini kebingungan, melihat beberapa polisi berseragam turun dari kendaraan dinas. Ketika itu dirinya sedang mengaji (Membaca Alquran, red) sembari berharap ada orang yang melintas berhenti membeli dagangannya. Apalagi hari sudah tengah malam, tepatnya pukul 23.00 WIB dihari Jumat (23/7/2021).

Bu Wati bergegas berdiri menyambut, namun langkahnya kalah cepat dengan Kapolda Riau Irjen Agung yang sejurus kemudian sudah berada di hadapannya.

“Enggak apa-apa buk, dilanjutkan mengajinya, saya temani," tutur ramah mantan Deputi Bidang Intelijen Siber BIN itu. Kebetulan, Irjen Agung melintas di sana disela memimpin personelnya dalam patroli skala besar sekaligus membagikan 800 paket Sembako yang ditujukan bagi warga kota Pekanbaru, Jumat malam.

Bu Wati sendiri sudah lumayan lama berjualan di pinggir Jalan Arengka 1, tak jauh dari RS Eka Hospital menjual apa yang ada, semisal jambu, pisang hingga jagung. Walau tak banyak pembeli setidaknya ada usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi tengah kondisi Covid-19 saat ini, omsetnya jelas menurun sama seperti masyarakat lainnya.

"Saya tnggal di Panam pak, pakai sepeda ini berjualan," kisahnya sambil menunjuk ke sepeda usang yang setia menemaninya. Di Panam, Bu Wati tinggal bersama saudara angkat. Meski tidak memiliki buah hati, namun ia memiliki beberapa orang anak angkat, sedangkan suaminya sudah tidak ada.

"Kalau pendapatan sehari-hari tak menentu, kadang ada kadang tidak," sambungnya.

Mendengar cerita itu, Irjen Agung pun mencoba menguatkan. Lantas Kapolda Riau berdiri sambil melihat-lihat dagangan yang dijual Buk Wati.

“Buk, saya borong semuanya ya, ini kan sudah malam, sudah jam 11, biar setelah ini ibu bisa pulang ke rumah," timpal jenderal bintang dua tersebut.

Sontak Bu Wati bahagia. Raut wajahnya pun berubah seketika. Kapolda Riau bergegas mengambil uang lalu memberikan ke tangan Bu Wati.

“Semoga ibu sehat selalu, didoakan agar semuanya sehat ya buk, dan ini mohon diterima (uang) ya buk," harap Irjen Agung.

"Alhamdulillah pak, mudah-mudahan murah rejeki dan berkah, terimakasih pak, Alhamdulillah," ungkap Buk Wati penuh syukur.

Puluhan plastik berisi jambu yang dijual bu Wati pun diborong habis. Bahkan polisi turut membantu mengemasi barang-barang untuk dinaikkan ke keranjang yang ditaruh pada sepeda. Tak cuma itu, Kapolda Riau juga memberikan bantuan paket lengkap berisi Sembako kepadanya.

Irien Agung mengatakan, Sembako yang disalurkan jajarannya merupakan bentuk gotong royong dalam upaya membantu masyarakat, apalagi di tengah kesulitan menghadapi pandemi Covid-19. Tak cuma Polda Riau, seluruh jajaran Polres ditiap kabupaten juga melakukan hal yang sama, dengan total 2.655 paket Sembako yang ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kita ingin membantu masyarakat. Kami merasakan, ini saatnya kita semua bergandengan tangan saling membantu. Sekecil apapun bantuan pasti akan bermanfaat. Bergotong royong bagaimana bisa saling mengisi, menjaga agar semuanya tetap baik, menjaga harmoni, ini spirit bagi Riau membuat semuanya punya harapan," singkatnya.

Untuk diketahui, setakat ini Kota Pekanbaru menerapkan PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) pada level III. Ini lantaran masih cukup tingginya angka penyebaran Virus Corona di ibukota Provinsi Riau tersebut. Bahkan dalam patroli skala besarnya, Kapolda Riau juga memberikan imbauan agar warganya tidak kendor dalam penerapan protokol kesehatan, hingga menggelorakan vaksinasi untuk memperkuat herd immunity atau kekebalan kelompok. *




Editor : Tim
Kategori : Daerah
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top