Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
PPAK Bertujuan Memajukan Industri Kosmetika dan Brand Local Dalam Perekonomian Indonesia
Rabu 03 Maret 2021, 11:04 WIB

Situsnews.com,Jakarta – Perayaan Tahun Baru Imlek 2021 kali ini, berlangsung di tengah pandemi yang melanda Indonesia dan dunia. Berbagai sektor usaha dan industri mengalami kesulitan bahkan stagnasi ditengah gempuran pandemi covid-19.

Industri kosmetik menjadi salah satu industri yang mampu bertahan di tengah gempuran wabah Covid 19. Bisnis offline industri ini memang ikut terdampak oleh wabah Covid 19. Tapi permintaan produk kosmetik beralih ke daring seiring dengan pergeseran pola belanja masyarakat di masa pandemi yang cenderung memilih belanja daring.

Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (, optimisme, harapan baru dan juga keberuntungan baru bagi dunia usaha dan industri, khususnya industri kosmetik untuk mendulang cuan yang berlimpah.

Dengan semangat dan optimisme tahun Kerbau Logam yang memberikan harapan, semangat dan kerja keras, PPA Kosmetik Indonesia menyelanggarakan web seminar (webinar) yang berjudul “Menyambut Optimisme Tahun Kerbau Bersama PPAK dalam Memperkuat dan Memajukan Industri Kosmetika Nasional,” Jumat, 26 Februari 2021.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), sekaligus penasehat dan pendiri PPAK, Putri Kus Wisnu Wardani. Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa “Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, selama masa pandemi, pemerintah mengeluarkan Undang Undang Cipta Kerja dan program vaksinasi untuk masyarakat Indonesia. Program ini berjalan di awal tahun 2021 dan diharapkan selesai pada Maret 2022, dengan tujuan bangsa Indonesia dapat terlepas dari pandemi Covid-19 dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan lebih percaya diri, meskipun masih harus mengikuti prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah," terang wanita yang biasa disapa Putri ini.

Urai Putri lagi, dalam percepatan pertumbuhan ekonomi, pemerintah memerlukan kerjasama para pelaku usaha. "Khususnya melalui PPAK yang dapat menggerakan anggotanya untuk tumbuh dan berkembang guna membantu percepatan ekonomi khususnya di bidang kosmetika,".

Dukungan pemerintah juga disampaikan oleh Ketua Badan POM RI, Penny Kusumastuti Lukito. “Pemerintah akan mendukung UMKM dan industri kosmetik dengan memberikan banyak kemudahan, simplisikasi dan percepatan perizinan kepada Industri kosmetika berupa pada Trust Record, perluasan pembinaan (coaching clinic), keringanan pembayaran PNBP untuk industri UMKM Kosmetika di masa pandemi Covid-19 ini. Untuk itu melalui PPAK, pemerintah juga berharap agar para anggotanya dapat tumbuh dan bergerak dengan cepat. Khususnya ditahun Kerbau Logam ini, kerja keras dan optimisme menjadi semangat untuk kita semua khususnya pelaku usaha untuk bangkit guna mempercepat roda perekenomian bangsa yang harus dilakukan secara gotong royong atau bersama sama.”

Ketua Umum PPAK, Solihin Sofian menjelaskan bahwa “Berdasarkan data BPS, 30 November 2020, penduduk miskin Indonesia mencapai 26,42 jt jiwa, naik 5 % dari tahun 2019 sebesar 25,14%, tentu hal ini akan menurunkan daya beli masyarakat. Kreativitas, inovasi produk baru, beradaptasi pada kondisi pasar menjadi point penting dalam bertahan dan mengembangkan usaha di masa pademi ini.”

Selama ini, industri kosmetik memberikan kontribusi penting bagi industri manufaktur Indonesia. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan I tahun 2020, kinerja industri kimia, farmasi dan obat tradisional (termasuk sektor kosmetik) mengalami pertumbuhan gemilang sebesar 5,59%. Bahkan, di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19, kelompok manufaktur ini mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa melalui capaian nilai ekspornya yang menembus US$ 317 juta atau sekitar Rp4,44 triliun pada semester I-2020. Angka itu baik sebesar 15,2% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia) yang didirikan di Jakarta, 10 Juni 2010 telah memiliki lebih dari 150 anggota seluruh Indonesia dimana 80% anggota merupakan UMKM Kosmetika merupakan bagian dari Organisasi pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa dan pemerataan penyerapan tenaga kerja.

Ketua Pelaksana Harian PPAK, Kusuma Ida Anjani menjelaskan, PPAK memiliki tujuan memajukan bidang kosmetika dan juga brand local hasil karya anak bangsa dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia.

"Tentunya ini akan memberikan kemudahan bagi anggota PPAK sebagai pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan (sustainable) untuk maju secara bersama sama, khususnya brand local dan membangkitkan perekonomian bangsa. Untuk itu PPAK mengajak seluruh pelaku usaha secara bersama sama untuk bergabung pada PPAK baik sebagai pengurusan maupun sebagai anggota,"


Direktur Marketing Kantar, Fanny Murhayati dalam pemaparannya yang berjudul 'Economic Outlook and The Future of Cosmetic Industry in 2021' menyampaikan, Tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi para pelaku Industri.

"Market FMCG masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 9% di Tahun 2020. Beberapa category yang menawarkan manfaat kesehatan dan kebersihan masih dapat berkembang, tetapi beberapa category lainnya mengalami tantangan yang cukup besar.
Dibalik tantangan yang terjadi di dunia kosmetik, dengan kebiasaan baru konsumen yang lebih banyak beraktifitas di rumah, masih terlihat pertumbuhan di beberapa kategori dan produk. Terlihat indikasi dari konsumen Indonesia yang menjadi lebih sering melakukan perawatan tubuh, rambut dan wajah di rumah. Hal ini terlihat dari jumlah orang yang membeli masker wajah, serum, dan krim rambut meningkat dibandingkan tahun lalu.
Dari hasil riset Kantar, kami melihat adanya beberapa trend yang dapat diperhatikan oleh para pelaku bisnis kecantikan. Seperti terus berinovasi, menyesuaikan cara dan gaya berkomunikasi dengan konsumen di dunia digital, dan mengikuti perkembangan pasar. Dan para pelaku bisnis juga harus tetap mengikuti perubahan kebiasaan dan perilaku yang terjadi di masa yang akan datang, agar dapat terus selaras dengan kebutuhan konsumen.”

 (Dpriyatna)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top