Senin, 20 Juli 2026

Breaking News

  • Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Senapelan Pantau Stok Sembako dan Stabilitas Harga   ●   
  • Pastikan Pasokan Lancar, Polsek Senapelan Kawal Stabilitas Harga Bahan Pokok   ●   
  • CEO Master Bagasi Amir Hamzah Raih Pemred Award 2026 atas Kepemimpinan dan Inovasi Ekspor UMKM   ●   
  • Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026   ●   
  • Eks Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun, Skandal Dana PI Rp551 Miliar Rugikan Negara Rp64,2 Miliar   ●   
Jokowi Tidak Mau RI Cuma Jadi Korban Raksasa Digital Dunia
Jumat 26 Februari 2021, 18:22 WIB

Situsnews - Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan lantang menegaskan Indonesia tidak ingin menjadi korban unfair practices (praktik tak adil) dari raksasa digital dunia layaknya Google, Facebook, Microsoft, hingga Apple.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memberikan pengarahan dalam acara Peluncuran Program Konektivitas Digital 2021 dan Prangko Seri Gerakan Vaksinasi Nasional Covid-19 di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Kita bukan bangsa yang menyukai proteksionisme, bukan. Karena sejarah membuktikan proteksionisme justru merugikan. Tetapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari raksasa digital dunia," kata Jokowi, Jumat (26/2/2021).

Jokowi mengatakan, transformasi digital yang saat ini digenjot pemerintah merupakan solusi tepat dan strategis untuk membawa Indonesia ke masa depan. Namun, juga penting menciptakan kedaulatan dan kemandirian digital.

"Kita harus memastikan transformasi digital Jangan hanya menguntungkan pihak luar, jangan hanya menambah impor, ini yang selalu saya tekankan," katanya.

Jokowi mengatakan prinsip transformasi digital harus mendorong penggunaan produk dalam negeri, serta mendorong penguasaan digital dari anak bangsa. Jokowi ingin, transformasi digital dapat menguntungkan semua pihak.

"Transformasi digital adalah win-win solution bagi semua pihak, saya berharap agar program konektivitas digital 2021 menjadi momentum penting yang bisa menghubungkan bangsa Indonesia dengan teknologi baru," katanya.

"Dengan pola pikir baru, dengan main set baru, dengan kesempatan bisnis global baru, dan dengan masa depan baru menuju Indonesia maju," tegasnya.

(CNBC indonesia/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top