Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Rute Pendek Belum Tentu Hemat BBM, Kemacetan Jadi Faktor Penting   ●   
  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
AS Bakal Bongkar Fakta Kematian Misterius Jamal Khashoggi, Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Jadi Dalang
Minggu 21 Februari 2021, 18:13 WIB

Situsnews - USA

Tak terasa sudah dua tahun jurnalis Jamal Khashoggi meninggal secara misterius. Jamal Khashoggi dibunuh pada Jumat, 2 Oktober 2018 di dalam konsulat Saudi di kota Istanbul, Turki. Jurnalis yang tergabung dalam Washington Post itu menghilang setelah memasuki gedung untuk mendapatkan dokumen pernikahannya.

Sebagaimana diberitakan Pikiran-Rakyat.com sebelumnya, pejabat Turki mengatakan jika jasad Khashoggi dimutilasi oleh ‘pesuruh’ Saudi, yang hingga kini belum ditemukan. Pihak pemerintahan Arab Saudi di bawah membantah adanya keterlibatan mereka dalam peristiwa nahas tersebut.

Setelah pihak berwajib melakukan serangkaian penyelidikan, pemerintah AS bermaksud untuk merilis laporan intelijen yang mengungkap implikasi dari Putra Mahkota Saudi Mohammaed Bin Salman dalam pembunuhan Khashoggi.

Melansir laman Middle East Monitor, pihak surat kabar Washington Post menyatakan bahwa laporan yang akan diungkap merupakan ringkasan yang tidak terklasifikasi dari temuan yang diterbitkan oleh kantor Direktur Intelijen Nasional, dan akan dirilis minggu depan. Pada laporan tersebut disimpulkan bahwa Pangeran Salman merupakan dalang dan memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Saudi telah menolak untuk mengomentari waktu atau isi dari laporan AS.

Pada tahun 2019 lalu, Kongres mengesahkan undang-undang yang memberi waktu 30 hari kepada pemerintahan Trump untuk mengungkap laporan dari kantor intelijen nasional. Namun trump mengabaikannya.

Seorang ahli urusan Saudi mengatakan jika laporan penting itu dirilis akan memicu ketagangan dua negara.

“Rilis laporan Khashoggi dapat mendorong ketegangan hubungan antara Arab Saudi dan AS ke tingkat yang rendah,” ujar David Ottaway.

Langkah pemerintahan Joe Biden itu dilakukan saat hubungan antara AS-Saudi memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Apalagi pemerintah AS telah memutuskan untuk membekukan penjualan senjata ke Riyadh dan komitmennya untuk menilai kembali hubungan dengan kerajaan.

Beberapa waktu lalu Joe Biden juga mengumumkan bahwa AS akan berhenti mendukung operasi Koalisi Arab di Yaman. Kendati demikian Biden tetap berjanji untuk terus membantu kerajaan mempertahankan tanahnya.

Pada Selasa lalu, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengonfirmasi bahwa Biden dan Mohammed Bin Salman telah berbicara terkait penilaian AS terhadap Saudi. Sedangkan pada Kamis lalu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin menelepon Bin Salman dan membahas keputusan AS untuk berhenti mendukung Koalisi Arab yang dipimpin Saudi. Sementara itu para aktivis dan kelompok hak asasi manusia telah lama menuntut keadilan dan kejelasan kasus kematian Khashoggi. Mereka juga menduga jika pembunuhan brutal tersebut didalamgi oleh Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman (MBS).

(PikiranRakyat.com/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top