Kamis, 4 Juni 2026

Breaking News

  • Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi, Polsek Senapelan Cek Stok dan Harga Sembako   ●   
  • Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rumbai Intensif Dampingi Petani Jagung   ●   
  • Jaga Stabilitas Pangan, Polsek Rumbai Monitoring Pasar Tradisional   ●   
  • Jarang Terjadi, Tahun 2039 Akan Ada Dua Periode Haji dalam Satu Tahun Masehi   ●   
  • Jangan Salah Pilih Alat Masak, Ahli Sebut Spatula Plastik Berpotensi Lepaskan Senyawa Berbahaya   ●   
Calon Presiden Nomor 01 Berharap Agar Masyarakat Bogor Tidak Kena Hasutan Berita Bohong
Jumat 12 April 2019, 12:10 WIB

Sentul-Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)  dihadapan massa kampanye yang digelar Relawan Pengusaha Nasional (REPNAS) berharap agar masyarakat Bogor tidak  terkena hasutan dan fitnah yang menyebabkan turunnya perolehan suara dan menyebabkan kekalahan Paslon Nomor 01 di Bogor, Jawa Barat.

Di hadapan massa yang jumlahnya ribuan dari 435 desa di Bogor, Jawa Barat, Jokowi berharap agar dapat memenangkang suara bagi paslon 01, Jokowi dan Ma'ruf Amin. Karenanya ia mengingatkan agar masyarakat Bogor, Jawa Barat tidak terkena hasutan dan fitnah.

"Selama 4,5 tahun saya diam saja difitnah dijelek-jelekan. Saya dicap PKI. Bagaimana mungkin saya PKI. Saya lahir tahun 1961. Saat itu umur saya 4 tahun. Sedang PKI tahun 1966 dan 1965, masa umur 4 tahun jadi PKI? Logikanya dimana?" ucap Jokowi saat memberikan orasinya dihadapan massa yang jumlahnya ribuan itu Jumat (12/4/2019), Sirkuit Sentul, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Selain itu, Jokowi juga menjanjikan akan memberikan tiga kartu kemudahan bagi seluruh masyarakat Indonesia jika dirinya kembali terpilih menjadi Presiden di tahun 2019 -2024. Kartu Indonesia Pelajar (KIP) untuk kuliah dan Kartu Prapekerja. KIP Kuliah, kartu sembako murah yang tahun ini, anggarannya diajuka. Namun, baru dapat direalisasikan tahun 2020.

"Dengan kartu KIP, bagi lulusan SMA, SMK yang ingin ke perguruan tinggi  diberikan beasiswa, baik dalam negeri dan luar negeri. Sehingga Indonesia  menghasilkan sarjana dan bisa bersaing dengan tenaga kerja luar. Kemudian  Kartu pra kerja, lulusan SMA, pekerja yang di PHK, atau lulusan perguruan tinggi diberikan pelatihan. Sehingga  mereka bisa bekerja di kantor-kantor, swasta, dunia industri. Selama menjalani pemdidikan akan diberi insentif," urai Jokowi.




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Minggu 19 April 2026
Mei 2026 Penuh “Tanggal Merah”! Ini Daftar Long Weekend yang Bikin Liburan Makin Panjang

Jumat 17 April 2026
Dugaan Keracunan Massal di Anambas, Menu MBG Jadi Sorotan

Rabu 08 April 2026
Sinergi BRI dan Unri, Parkir Baru Siap Tampung Ribuan Kendaraan

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top