Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Calon Presiden Nomor 01 Berharap Agar Masyarakat Bogor Tidak Kena Hasutan Berita Bohong
Jumat 12 April 2019, 12:10 WIB

Sentul-Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)  dihadapan massa kampanye yang digelar Relawan Pengusaha Nasional (REPNAS) berharap agar masyarakat Bogor tidak  terkena hasutan dan fitnah yang menyebabkan turunnya perolehan suara dan menyebabkan kekalahan Paslon Nomor 01 di Bogor, Jawa Barat.

Di hadapan massa yang jumlahnya ribuan dari 435 desa di Bogor, Jawa Barat, Jokowi berharap agar dapat memenangkang suara bagi paslon 01, Jokowi dan Ma'ruf Amin. Karenanya ia mengingatkan agar masyarakat Bogor, Jawa Barat tidak terkena hasutan dan fitnah.

"Selama 4,5 tahun saya diam saja difitnah dijelek-jelekan. Saya dicap PKI. Bagaimana mungkin saya PKI. Saya lahir tahun 1961. Saat itu umur saya 4 tahun. Sedang PKI tahun 1966 dan 1965, masa umur 4 tahun jadi PKI? Logikanya dimana?" ucap Jokowi saat memberikan orasinya dihadapan massa yang jumlahnya ribuan itu Jumat (12/4/2019), Sirkuit Sentul, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Selain itu, Jokowi juga menjanjikan akan memberikan tiga kartu kemudahan bagi seluruh masyarakat Indonesia jika dirinya kembali terpilih menjadi Presiden di tahun 2019 -2024. Kartu Indonesia Pelajar (KIP) untuk kuliah dan Kartu Prapekerja. KIP Kuliah, kartu sembako murah yang tahun ini, anggarannya diajuka. Namun, baru dapat direalisasikan tahun 2020.

"Dengan kartu KIP, bagi lulusan SMA, SMK yang ingin ke perguruan tinggi  diberikan beasiswa, baik dalam negeri dan luar negeri. Sehingga Indonesia  menghasilkan sarjana dan bisa bersaing dengan tenaga kerja luar. Kemudian  Kartu pra kerja, lulusan SMA, pekerja yang di PHK, atau lulusan perguruan tinggi diberikan pelatihan. Sehingga  mereka bisa bekerja di kantor-kantor, swasta, dunia industri. Selama menjalani pemdidikan akan diberi insentif," urai Jokowi.




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top