Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Jokowi: Jangan Sampai yang Kena Virus 1 Orang di 1 RT, yang Lockdown 1 Kota
Kamis 11 Februari 2021, 14:55 WIB

Situsnews - Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkapkan alasan pentingnya PPKM mikro dalam menekan laju penularan virus Corona (COVID-19). Jokowi mengingatkan jangan sampai satu orang di satu RT terkena COVID-19 mengakibatkan lockdown satu kota.

"Jadi, kalau ditemukan terinfeksi virus, langsung diisolasi. Siapkan isolasi terpusat bekerja sama, sekali lagi, dengan Kementerian Kesehatan, TNI dan Polri, BNPB. Jika dirasa perlu, ini PPKM bisa dilakukan tetapi dalam skala mikro dalam lingkup yang kecil, baik itu dalam skala kampung, skala desa, RW atau RT saja. Jangan sampai yang terkena virus satu orang dalam satu RT yang di-lockdown seluruh kota. Jangan sampai misalnya yang terkena virus satu kelurahan, yang di-lockdown seluruh kota, untuk apa? Yang sering kita keliru di sini," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Istana Negara seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (11/2/2021).

Jokowi meminta jajarannya dan kepala daerah di Indonesia bekerja lebih terarah dalam menangani COVID-19. Menurut Jokowi, lockdown skala mikro tidak akan membuat ekonomi rusak.

"Oleh sebab itu, 2 minggu yang lalu, saya, kita memang harus bekerja lebih detail lagi. Lockdown skala mikro, micro-lockdown, tidak merusak pertumbuhan ekonomi, tidak merusak kegiatan ekonomi masyarakat. Karena yang kita lockdown adalah dalam skala-skala kelurahan, RW-RT," ujar Jokowi.

Jokowi juga meminta para kepala daerah melakukan pemetaan zonasi COVID-19 secara detail. Dia lantas berbicara mengenai pengalaman sejumlah negara soal lockdown.

"Oleh sebab itu, wali kota, wakil wali kota harus melakukan pemetaan zonasi COVID ini secara detail. Ngerti betul di mana barang itu ada, sampai di tingkat kelurahan RT-RW. Nggak bisa lagi satu kota langsung di-lockdown, melihat proses-proses yang dilakukan negara-negara lain, me-lockdown seluruh negara, me-lockdown satu provinsi, me-lockdown satu kota, ekonominya jatuh. Hati-hati mengenai ini," tutur dia.

Selain itu, penguatan 3T (testing, tracing, treatment) menjadi perhatian pemerintah. Jokowi ingin pemerintah daerah menyiapkan hal tersebut dengan baik.

"Dan tentu saja, yang namanya treatment, isolasi ini harus mendapatkan perhatian yang serius, baik dari sisi penyediaan obat-obatan, penyediaan bed rumah sakit, kesiapsiagaan tenaga medis, harus selalu dicek, harus selalu dimonitor dan jangan ragu untuk... kalau memang dirasa kurang, jangan ragu untuk meminta bantuan dari pemerintah pusat, TNI, maupun, Polri," imbuh dia.

Jokowi menekankan pandemi COVID-19 belum berakhir. Dia mengajak seluruh pihak tetap bekerja keras dan menemukan cara-cara baru dalam mengatasi permasalahan di masa krisis ini.

"Bapak-Ibu wali kota, wakil wali kota, pada kesempatan ini saya ingin mengajak Bapak-Ibu sekali untuk melakukan langkah-langkah extraordinary, yang mendesak, pada saat ini. Yang pertama, pengendalian laju virus harus menjadi prioritas utama kita. Saya kira berulang-ulang sudah saya sampaikan disiplin 3M, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, harus-harus terus digaungkan pada masyarakat. Pemda, saya sudah perintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri, akan dibantu oleh aparat TNI dan Polri di daerah," kata Jokowi.

"Jangan hanya juga menyuruh pakai masker, pada masker, pakai masker, tetapi harus saya tambah perintahnya, juga harus bagi masker, karena banyak rakyat kadang tidak mampu untuk beli masker. Selain menyuruh pakai masker, mengimbau pakai masker, tapi juga membagi masker," sambung dia.

(Detiknews/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top