Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Petani Desa Gadabung Sumringah Sambut Panen Raya Food Estate
Senin 08 Februari 2021, 20:20 WIB

Situsnews - Kalteng

Watinah (39), merasa senang bukan kepalang. Sebab, hasil produksi pertaniannya berpotensi hingga 6 ton per hektar. Angka tersebut jauh lebih besar ketimbang garapan sawah sebelum intervensi pemerintah melalui program jangka panjang food estate di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng).

"Program food estate merubah cara bertani model lama, untuk kemudian menerapkan pertanian model baru. Alhamdulillah hasilnya bisa 6 ton per hektar," ujar Watinah di area food estate Blok B Desa Gadabung, Pulang Pisau, Kamis, 4 Februari 2021.

Menurut Watinah, program food estate memiliki potensi dan peluang yang sangat besar, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan. Peluang tersebut bisa dilihat dari tingginya jumlah produksi, sampai penggunaan teknologi dan mekanisasi.

"Peluangnya sangat besar sekali karena benih yang ditanam adalah benih unggul," katanya.

Watinah mengatakan, saat ini ia bersama sang suami mengelola 7 hektar sawah dan 1 hektar tanaman kebun. Semuanya dikerjakan Watinah dengan mesin pertanian, seperti penggunaan mesin panen (combine harvester) dan mesin pencacah padi lainya.

"Kalau bibit kita gunakan hibrida, tapi kalau garapan sawah kita gunakan mesin-mesin canggih," katanya.

Mengenai hal ini, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kalimantan Tengah, Syamsuddin mengatakan bahwa pengelolaan food estate dilakukan dengan intervensi teknologi. Sistem informasi pemantauan panen dan cuaca yang digunakan Kementan telah terhubung langsung dengan pusat data Agriculture War Room (AWR) dan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

"Alhamdulillah kalau kita perhatikan dari database, sebelum program ini dimulai produksinya hanya 3,5-4 ton. Tapi setelah kita intervensi hasilnya rata-rata dapat mencapai 5 sampai 6 ton. Secara umum ini hasil yang sangat bagus," katanya.

Menurut Syamsuddin, di rumah petani sekitar lahan food estate pun ketertarikan petani untuk menggunakan alsintan meningkat. Tak heran, kini banyak alsintan muncul di halaman rumah petani di Belanti siam maupun Gedabung.

“Hebatnya mereka memiliki sendiri. Ada yang dibantu KUR, ada juga yang beli langsung. Ini tanda pertanian modern dan maju mulai diadaptasi dengan baik disini,” papar Syamsuddin.

Terkait program food estate yang mengalami kemajuan pesat, Kepala Dinas Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti mengucapkan terimakasih atas dukungan dan perhatian pemerintah pusat, terutama Kementerian Pertanian (Kementan) yang terus mendampingi dan membantu para petani dalam berproduksi.

"Kita akan dampingi terus para petani agar melakukan budidaya dengan cara yang modern. Misalnya, ke depan tidak lagi melakukan tabur benih dengan cara manual karena akan mempengaruhi pertumbuhan," katanya.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top