Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Anggota Komisi IV DPR Dukung Kementan Dalam Mencapai Target Produksi Pertanian
Senin 08 Februari 2021, 19:15 WIB

Situsnews - Jakarta

Anggota Komisi IV DPR RI Abdullah Tuasikal memberikan dukungan kepada Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengoptimalkan program-program dalam mencapai target produksi pertanian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Abdullah mengungkapkan Kementan telah berhasil memberikan kontribusi positif dalam perekonomian nasional, terutama di masa pandemi covid-19.

“Kami menyesalkan adanya pemotongan anggaran belanja di Kementerian Pertanian, kami memandag sector pertanian patut memperoleh perhatian karena terbukti kemampuan sektor pertanian dalam menyerap tenaga kerja dan meningkatnya nilai ekspor pertanian pada tahun 2020, ” ungkap Abdullah saat Rapat Kerja (Raker) Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian dan sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Senin (8/02/2021).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) merilis produk domestik bruto (PDB) pertanian TW IV 2020 tumbuh 2,59%. Begitu pula selama satu tahun terakhir PDB pertanian juga tumbuh positif 1,75% di tengah terjadinya kontraksi ekonomi Indonesia tahun 2020 yang mencapai 2,07%.

Sementara nilai ekspor kumulatif selama Januari-Desember 2020 mencapai Rp 451,8 trilyun atau meningkat 15,79% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 390,2 triliun. Pada masa pandemi Covid-19, ternyata bekerja di sektor pertanian menjadi pilihan utama masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah tenaga kerja sektor pertanian meningkat 2,23% dibandingkan tahun sebelumnya.

“ Selain itu kita juga patut mengapresiasi terhadap kinerja Kementan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga terus mengalami perbaikan, “ ungkap Abdullah

Berdasarkan data terbaru BPS memperlihatkan NTP pada bulan Januari 2021 mencapai 103,26 atau naik 0,01% jika dibanding NTP pada bulan sebelumnya. Penyesuaian strategi, program dan kegiatan di tengah pandemi Covid-19 yang telah dilakukan ternyata memberikan dampak pada pertumbuhan PDB sektor pertanian.

Dalam Raker tersebut Abdullah juga mengungkapkan bahwa dalam refocusing dan realokasi anggaran diharapkan Kementan mengutamakan kegiatan yang dapat memberikan dampak positif pada pemulihan ekonomi nasional dan dapat memberikan prioritas program padat karya dan berdampak langsung kepada masyarakat.

Selanjutnya Abdullah memberikan beberapa masukan dan aspirasi terhadap Kementan, antara lain: 1). Mengapresiasi upaya Kementan dalam meminimalkan penghematan pada program pekarangan pangn lestari (PP2L) dalam mencapai target sesuai dengan Renstra, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan agenda SOS, 2) Mengapresiasi penambahan anggaran pengembangan kedelai dan mengharapkan Kementan memberikan dukungan terhadap varietas unggul serta paket saprodi yang lengkap sehingga mampu meningkatkan produktivitas kedelai nasional, 3). Untuk meningkatkan komoditas buah dan florikultura berbasis kawasan agar memaksimalkan pelibatan pengembangannya diperluas tidak hanya pada daerah eksisting saja, 4). Diharapkan Kementan mengoptimalkan produksi wajib tanam kepada perusahaan importir bawang putih dan menyiapkan sistem informasi sehingga memudahkan melakukan monitoring dan evaluasi realisasi wajib tanam tersebut. 5). Kami meminta agar program pengentasan daerah rentan rawan pangan diberikan prioritas seperti di Provinsi Papua, 6). Mengapresiasi penambahan unit alsintan pasca panen pada Ditjen Tanaman Pangan dibandingkan saat yang disusulkan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya.

Sementara itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam Raker bersama Komisi IV DPR RI mengungkapkan bahwa dalam rangka merespon tantangan pembangunan nasional serta mengimplementasikan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021, Mentan, Syahrul menjabarkan 5 (lima) program sebagai kelanjutan pembangunan pertanian tahun sebelumnya, meliputi: (1) Program Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan Berkualitas; (2) Program Nilai Tambah dan Daya Saing Industri; (3) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi; (4) Program Riset dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi; dan (5) Program Dukungan Manajemen.

“ Pelaksanaan lima program pembangunan pertanian pada tahun 2021 ini telah mendapatkan dukungan pendanaan melalui APBN. Pada awalnya dari pagu Rp. 21,84 Triliun, sesuai surat Menteri Keuangan No. S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021, Kementerian Pertanian diharuskan melakukan penghematan belanja APBN TA. 2021 sebesar Rp. 6,33 Triliun, sehingga total berubah menjadi Rp. 15,51 Triliun, “ papar Mentan.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top