Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Presiden Jokowi Serukan Langkah Luar Biasa Untuk Atasi Perubahan Iklim
Selasa 26 Januari 2021, 19:55 WIB

Situsnews - Jakarta

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerukan langkah-langkah luar biasa di tataran global untuk mengendalikan dan mengatasi dampak perubahan iklim dalam konferensi tingkat tinggi mengenai adaptasi iklim.

"Dampak iklim sangat nyata di hadapan kita. Apalagi untuk negara-negara kepulauan seperti Indonesia," kata Presiden sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dalam konferensi tingkat tinggi Climate Adaptation Summit (CAS) 2021 yang diselenggarakan secara virtual, Presiden mengemukakan bahwa perubahan siklus iklim mengharuskan para petani dan nelayan di Indonesia beradaptasi supaya bisa mempertahankan diri.

Peningkatan muka air laut juga telah memaksa penduduk pesisir dan pulau-pulau kecil berjuang untuk dapat bertahan. Sementara itu, pandemi COVID-19 yang melanda setidaknya 215 negara di dunia termasuk Indonesia membuat tantangan untuk mengatasi dampak perubahan iklim menjadi semakin kompleks dan berat.

"Untuk itu, kita harus mengambil langkah luar biasa," kata Presiden Jokowi.

Menurutnya, langkah luar biasa pertama yang harus dilakukan ialah memastikan semua negara memenuhi kontribusi nasional bagi penanganan perubahan iklim (Nationally Determined Contribution/NDC).

"Indonesia telah memutakhirkan NDC untuk meningkatkan ketahanan dan kapasitas adaptasi," katanya.

Selanjutnya, Presiden mengatakan, seluruh potensi masyarakat harus dapat digerakkan untuk secara bersama-sama menumbuhkan kesadaran dalam mengendalikan perubahan iklim dan menanggulangi dampak perubahan iklim.

"Indonesia melibatkan masyarakat untuk mengendalikan perubahan iklim melalui program Kampung Iklim yang mencakup 20 ribu desa di tahun 2024," katanya.

Langkah luar biasa berikutnya, menurut Presiden, adalah penguatan kemitraan global, termasuk kerja sama peningkatan kapasitas dalam menghadapi perubahan iklim bagi negara-negara di kawasan Pasifik.

"Tentunya negara maju harus memenuhi komitmennya," katanya.

Presiden mengemukakan bahwa langkah luar biasa yang keempat adalah melanjutkan pembangunan berkonsep hijau untuk dunia yang lebih baik.

Presiden berharap konferensi tingkat tinggi CAS 2021 dapat berdampak pada peningkatan aksi melalui solidaritas, kolaborasi, dan kepemimpinan kolektif global dalam upaya pengendalian dan penanggulangan dampak perubahan iklim.

Konferensi tingkat tinggi CAS merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat dan meningkatkan upaya global dalam melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim. Dalam konferensi yang tahun ini dilaksanakan via daring, Belanda bertindak menjadi tuan rumah. Konferensi itu dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Co-Chair Global Commission on Adaptation Ban Ki-moon, pemimpin institusi perekonomian dan pembangunan internasional, serta kepala negara atau kepala pemerintahan dari 22 negara.

(Antaranews/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top