Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Resmi Kantongi Izin dari BPOM, Bio Farma Siap Produksi Vaksin Covid-19 Secara Massal
Selasa 05 Januari 2021, 20:06 WIB

Situsnews - Jakarta 

Covid-19 atau virus corona hingga saat ini masih melanda sebagian wilayah dunia termasuk Indonesia. Covid-19 merupakan salah satu virus yang dapat menular lewat udara. Sejak pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019 silam, jumlah kasus positif Covid-19 di dunia terus mengalami peningkatan, termasuk Indonesia. Hingga saat ini sejumlah ilmuwan dunia masih berjibaku untuk menemukan vaksin virus tersebut. Sebelumnya, sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac telah tiba di Indonesia. Adapun tahap 2 sebanyak 1,8 juta dosis telah tiba Kamis, 31 Desember 2020 lalu di Indonesia.

PT Bio Farma (Persero) resmi mengantongi sertifikat izin Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memproduksi obat dan vaksin Covid-19. Sertifikat izin BPOM ini menandakan bahwa Biofarma sudah bisa mulai memproduksi vaksin. Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyambut baik pemberian sertifikat izin CPOB. Dengan demikian, Biofarma resmi dinyatakan layak untuk membuat vaksin Covid-19.

"Yang kita tunggu-tunggu, sertifikasi CPOB dari BPOM. Dan Bio Farma sudah dinyatakan sangat layak untuk memproduksi vaksin Covid-19 yang memang sudah ditunggu masyarakat Indonesia," kata Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir seperti dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari situs resmi Bursa Efek Indonesia.

Sekadar diketahui, CPOB merupakan good manufacturing practice yang diberikan kepada holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor farmasi. Penyerahan sertifikat itu sendiri didasari atas kapasitas dan kapabilitas Bio Farma yang sudah diakui dunia. Bio Farma selanjutnya segera melakukan produksi vaksin Covid-19 secara massal, dan juga menyiapkan sistem digital yang terintegrasi guna memastikan distribusi vaksin bisa dipantau hingga diberikan kepada seluruh masyarakat.

(Pikiran Rakyat.com/As).




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top