Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Mentan Syahrul: Tahun 2020 Ekspor Pangan Naik, Impor Turun
Rabu 30 Desember 2020, 14:45 WIB

Situsnews - Jakarta 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa ekspor pangan Indonesia di tahun 2020 naik diatas 12,6 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara, impor pangan selama tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 10 persen. Menurut Mentan, penurunan tersebut disebabkan karena pemerintah memiliki program jangka panjang yang fokus membangun sumber pangan di tiap-tiap daerah.

"Saya ingin katakan bahwa tahun ini impor kita turun 10 persen. Sebabnya adalah kita telah membangun lumbung pangan baru baik di dataran rendah Kalimantan Tengah maupun dataran tinggi Sumatera Utara," ujar Mentan dalam dialog online Premetime News Metro TV, Selasa, 29 Desember 2020.

Mentan mengatakan, pihaknya juga sudah mengambil langkah tambahan dengan memperluas area tanam di sejumlah daerah. Bahkan, perluasan area food estate akan mulai dikerjakan di provinsi Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

"Kami membuat langkah-langkah tambahan dan perluasan area tanam di 2021. Bahkan besok kami akan masuk ke NTT dan Maluku. Selain itu kami juga memiliki program penguatan diversifikasi pangan lokal," katanya.

Secara umum, Mentan mengaku pihaknya telah melakukan langkah antisipasi terkait kemungkinan adanya kekurangan pasokan pangan. Salah satunya dengan melakukan mapping dan mengendalikan cuaca yang ada.

"Hambatan kita selama ini adalah cuaca. Tapi kita sudah melakukan percepatan dengan memburu air. Oleh karena iru insyaallah semua bisa kita kendalikan. Secara umum, saya dapat pastikan bahwa kebutuhan 11 bahan pokok terkendali dengan baik, bahkan kita mempersiapkan beras untuk 2 rahun ke depan," tutupnya.

Sebagai informasi, sebelas kebutuhan bahan pokok sejauh ini dalam kondisi aman dan terkendali. Kesebelas itu antara lain komoditas beras, bawang, buah, sayur, minyak dan gula.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top