Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Stok Pangan 2020 Aman Terkendali, Begini Penjelasan Mentan Syahrul
Rabu 30 Desember 2020, 14:44 WIB

Situsnews - Jakarta 

Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjamin ketersediaan pangan nasional terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan musim tanam jangka panjang hingga dua tahun ke depan.

"Secara umun 11 bahan pokok dasar kita dalam kendali aman. Khusus untuk beras kami telah mempersiapkannya sampai dua tahun kedepan sesua petunjuk Bapak Presiden," ujar Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, Selasa, 29 Desember 2020.

Mentan mengatakan, dalam mempersiapkan pasokan beras pihaknya sudah melakukan Musim Tanam (MT)1 dan 2 pada Januari-Juni 2020 dengan stok mencapai 7,4 juta ton, dimana produksi yang ada mencapai 17 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 15 juta ton.

Lebih lanjut, kata Mentan, pada musim tanam 2 ada sekitar 5,2 juta hektare lahan yang sudah ditanam dengan baik sejak Juli sampai Desember. Produksi ini menghasilkan 25 juta ton gabah kering, sehingga jika dijumlah dengan sisa yang ada maka akan terjadi over srok di tahun 2021 sekitar 7 juta ton.

"Ditambah untuk kesiapan pada 2021 kami sudah masuk dari Oktober 2020-Maret 2021 akan ada 8 juta hektare dan hasilnya bisa mencapai 18,5 juta ton sampai Juni 2021. Berarti stok akhir kita di 2021 menyampai 8-9 juta ton," katanya.

Namun begitu, Mentan mengakui masih ada beberapa hambatan yang disebabkan oleh cuaca. Karena itu pihaknya melakukan percepatan memburu air, percepatan in out pada daerah banjir, dan upaya lainnya.

"Insya Allah semua bisa berjalan dengan baik dan kita harus yakin bahwa pangan bisa tercukupi," katanya.

Di samping itu, lanjut Mentam, pemerintah telah mempersiapkan kebutuhan pangan melalui program jangka panjang food estate di Kalimantan Tengah dan Sumatera Utara.

"Beberapa daerah yang devisit kita lakukan maping untuk optimalisasi aktivitas yang ada di sana. Pengembangan food estate ini juga untuk mengurangi impor kita terhadap bawang dan kentang. Kedepan sesuai arahan Presiden kita akan masuk ke Nusa Tenggara Barat (NTB)," tutupnya.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top