Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Tanam Jagung, Petani Jember Raup Untung Di Akhir Tahun
Jumat 25 Desember 2020, 17:29 WIB

Situsnews - Jember 

Jember dikenal sebagai salah satu Kabupaten sentra jagung di Jawa Timur. Kabupaten ini mempunyai luasan panen jagung tertinggi pada bulan Desember yakni sekitar 12.000 hektar yang mayoritas lahan pertanaman tersebut berada di lahan sawah yang sebelumnya di tanamani padi.

Menteri Pertanian Syahtul Yasin Limpo saat penanaman jagung sekaligus meresmikan Food Estate di Desa Umbul Pabal Kecamatan Umbu Rato Nggai Barat, Sumba Tengah beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa di beberapa sentra penghasil jagung, produktivitas mencapai sekitar 8-9 ton per hektar.

"Rata-rata produktivitas jagung lokal saat ini memang masih sekitar 6,4 ton per hektar. Kita sama-sama berusaha agar peran penting komoditas jagung dapat meningkatkkan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produksi dan pendapatan petani," kata Mentan SYL.

Pola tanam padi-padi-palawija masih diterapkan oleh petani di Jember sehingga diharapkan minimal akan diperoleh dua keuntungan, yaitu tanah sawah akan mengalami kering sempurna sehingga memberikan aerasi yang baik bagi tanah dan menyehatkan bagi padi untuk berikunya serta harga yang lebih baik karena panen di luar masa panen raya.

Ali, salah satu petani di Jember, saat diwawancara hari Kamis (24/12) mengungkapkan saat ini petani jagung di Jember merasakan nikmatnya menjadi petani jagung, karena begitu mudahnya menjual jagung dan memperoleh harga yang baik. “Rata-rata petani di Jember menjual jagung dalam bentuk tongkol kering, ini karena kami ingin mempercepat kegiatan panen dan pasca panen, untuk mempersiapkan kembali sawah bekas tanaman jagung untuk pertanaman padi,” ujarnya

Diungkapkan Ali saat ini harga jual jagung tongkol kering per kg sudah mencapai Rp. 2.000 sampai Rp. 2.100. Dengan rata-rata biaya produksi per hektar Rp. 15 juta dan hasil produksi rata-rata 15 ton, maka petani memperoleh hasil dari kegiatan budidayanya sekitar Rp 15 juta per hektar.

Bila hasil produksi di akumulasi dalam satu kabupaten, maka selama bulan Desember 2020, Kabupaten Jember mensuplai sekitar 180.000 ton jagung tongkolan kering atau bila dikonversi menjadi jagung pipilan kering dengan kadar air 17% sekitar 90.000 ton.

Di tempat terpisah, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementan Gatut Sumbogodjati mengatakan meski di luar masa panen raya, panen jagung sedang berlangsung di beberapa wilayah, tentunya akan menjadi berkah tersendiri bagi petani, karena akan memperoleh harga yang lebih baik dibandingkan saat masa panen raya.

Gatut menegaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam meningkatkan produksi jagung dan kesejahteraan petani. Kementan terus berkomitmen menyalurkan bantuan untuk budidaya dan penanganan pasca panen. Hal ini salah satunya guna memastikan produksi jagung cukup sesuai kebutuhan bulanan.
"Luas tanam kita tingkatkan, tapi produktivitas juga harus bagus. Dalam keadaan apapun pertanian kita harus tangguh. Produksi pangan hingga saat ini dan ke depan aman," ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan bahwa beberapa sentra produksi jagung saat ini sudah bisa mencapai target produktivitas 8 hingga 9 ton per hektar. Peningkatan produktivitas dapat menjamin tercukupinya kebutuhan jagung.

"Kementan jamin produksi jagung, biasanya musim tanam sama mengikuti musim padi. Pola tanam bisa monokultur, bisa tumpangsari, bisa tumpang sisip, pergiliran tanam atau pola lain. Jagung ditanam di lahan sawah, lahan kering, tadah hujan maupun integrasi dengan tanaman kelapa sawit dan lainnya, terpenting tersedia air bisa ditanam jagung," ucapnya.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top