Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Kukuhkan Profesor Riset, Mentan SYL: Kemajuan Sektor Pertanian Ditopang Riset Yang Kuat
Selasa 22 Desember 2020, 17:11 WIB

Situsnews - Bogor 

Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menggelar orasi pengukuhan 4 profesor riset baru dari Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementan. Orasi ini merupakan orasi kelima yang digelar sesuai rujukan Peraturan LIPI No. 15 Tahun 2018.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam sambutanya mengatakan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak lepas dari peranan riset sains dan teknologi yang dilakukan para peneliti terbaik Indonesia. Menurut Mentan, pengembangan riset merupakan kekuatan utama bagi pertanian modern berkualitas dan berkelanjutan.

"Kemajuan sektor pertanian ditentukan oleh hasil-hasil riset dan terapan teknologi. Apalagi kita memiliki semua dimensi pertanian dengan sumber daya alam yang melimpah," katanya.

Mentan mengatakan, semua proses pembangunan pertanian di Indonesia membutuhkan peran para akademisi, para peneliti, dan profesor serta guru besar termasuk perguruan tinggi di seluruh pelosok tanah air. Karenanya, keempat profesor yang dikukuhkan ini diharapkan bisa memberikan peran aktif dalam menuangkan pemikirannya demi memajukan pertanian nasional.

"Sumber daya alam dan mausia kita banyak, tinggal bagaimana menerapkan lebih riset sains dan teknologi karena sebuah riset adalah sebuah pembangunan bangsa," katanya.

Kepala Balitbangtan Kementan, Dr. Ir. Fadjry Djufry M.Si menyampaikan bahwa pengukuhan empat profesor tersebut merupakan pendorong bagi untuk melakukan pembuktian lebih jauh terkait karya besarnya, sebelum mencapai jenjang fungsional peneliti tertinggi dan mendorong peneliti ahli utama melakukan orasi profesor riset.

"Tentu kita berharap peranan para peneliti kita bisa menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih baik lagi," katanta.

Adapun dalam pelaksanaan orasi tersebut, Profesor Erwidodo menyatakan bahwa tantangan Indonesia ke depan akan semakin berat karena menghadapi permintaan komoditas dan produk pangan berkualitas yang terus meningkat.

"Artinya kemandirian menjadi keniscayaan untuk komoditas pangan pokok dan strategis yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif," kata Erwindo dalam orasi berjudul Reorientasi Arah dan Strategi Menuju Ketahanan Pangan Berkemandirian dan Berdaya Saing di Era Pasar Global.

Dalam kesempatan yang sama, Profesor Sabran mengatakan bahwa penggunaan teknologi dan digitalisasi mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumberdaya genetik tanaman. Karena itu, ke depan, modernisasi pertanian wajib dilakukan.

"Digitalisasi itu memudahkan penelusuran aksesi yang sudah diakses pihak luar negeri dan dapat diterapkan pada varietas tanaman, sehingga asal-usul suatu varietas dapat ditelusuri dan pergerakan varietas tersebut dapat dipantau," katanya.

Sedangkan Profesor Mukhli mengaku telah berhasil mengembangkan teknologi pupuk hayati adaptif tanah masam di lahan rawa. Menurutnya, selama ini penggunaan pupuk di lahan rawa masih bertumpu pada pupuk anorganik, dimana kondisi lahan rawa yang masam menyebabkan efektivitas pupuk berkurang, sehingga penggunaannya cenderung boros.

"Titik tumpu pengembangan formulasi pupuk hayati secara teknis adalah memanfaatkan mikroba potensial hasil eksplorasi dan seleksi di lahan rawa," katanya.

Sementara itu, Profesor Djajadi dalam orasinya mengatakan bahwa impor tembakau dapat ditekan secara masif, serta melakukan peningkatan daya saing tembakau dalam negeri secara cepat. Gagasan tersebut dituangkannya Djajadi dalam orasi berjudul Inovasi Teknologi Budidaya Terpadu Untuk Peningkatan Daya Saing dan Keberlajutan Usahatani Tembakau.

"Saya menggagas implementasi inovasi teknologi budidaya tembakau terpadu untuk daya saing, produktivitas dan mutu tembakau dalam negeri supaya dapat ditingkatkan sehingga impor mampu kita tekan. Inovasi ini bahkan bisa meningkatkan usahatani dengan menjamin keberlanjutannya," tutupnya.

Sebagai informasi, Para Peneliti Ahli Utama Balitbangta tersebut masing-masing membidangi ilmu pertanian dengan hasil riset yang cukup membanggakan. Dr. Ir. Erwidodo, MS misalnya, ia melakukan penelitian pada bidang ekonomi pertanian. Kemudian Dr. Ir. Mukhlis, MS pada Bidang ilmu tanah, agroklimatologi, dan hidrologi. Dr. Ir. Muhamad Sabran, M.Sc pada bidang pemuliaan dan genetika tanaman, serta Ir. Djajadi, M.Sc., Ph.D pada bidang budidaya tanaman.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top