Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Bos JNE Jawab Tudingan Danai Teroris hingga #
Kamis 17 Desember 2020, 13:36 WIB

Situsnews - Jakarta

JNE sedang diterpa sejumlah isu liar. Semua bermula dari ucapan selamat ulang tahun untuk JNE dari Ustadz Haikal Hassan. Atas hal tersebut, perusahaan logistik itu dianggap terafiliasi dengan ormas tertentu yang sedang jadi sorotan. Kemudian netizen bereaksi dengan menggaungkan tagar #BoikotJNE.

Manajemen JNE pun buka suara sambil didampingi oleh tim pengacara, Hotman Paris Hutapea. Salah satu isu yang dibantah soal beredarnya informasi bahwa Haikal Hassan salah satu pemegang saham di perusahaan itu. JNE pun membantah.

"Tidak pernah ada kaitan Haikal Hassan di dalam saham," kata VP of Marketing JNE Eri Palgunadi dalam konferensi pers di Jakarta

Lalu, Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi pun menjelaskan struktur pemegang saham di perusahaan tersebut, yang terdiri dari 6 orang.

"Kami salah satunya Muhammad Feriadi mewakili keluarga besar almarhum Bapak Haji Soeprapto Suparno, kemudian ada Bapak Johari Zein, kemudian ada Bapak Chandra Fireta," sebutnya.

"Jadi, ada 3 lagi pemegang saham di JNE, ada Bapak Marselinus Kuncoro Adi, kemudian ada Ibu Hui Mariawati, kemudian ada keluarga almarhum Bapak Haji Sulasmo Suparno yang sekarang ini diberikan kepada putri almarhum Ibu Mirta Akbari," paparnya.

Pihak manajemen pun langsung membantah tuduhan telah mendanai teroris maupun ormas-ormas yang merugikan masyarakat.

"JNE katanya mendukung teroris dan gerakan radikal. Kembali lagi JNE tidak pernah berafiliasi dengan lembaga apapun organisasi yang merugikan masyarakat," kata VP of Marketing JNE Eri Palgunadi.

Manajemen JNE didampingi oleh pengacara kondang Hotman Paris. Lalu Hotman menanyakan apakah JNE pernah memberi dana ke aliran-aliran keras. Lantas JNE membantah.

"Mungkin kalau ada yang bisa membuktikan silakan, kita tantang hari ini," ujar Hotman.

"Pernah nggak direksi ikut dalam gerakan-gerakan di Monas atau gerakan apa?," Hotman lanjut bertanya dan Eri menjawab tidak.

Pihak JNE pun mencurigai dengungan tagar #BoikotJNE bermotif persaingan bisnis.

Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi mengendus adanya motif persaingan bisnis di balik masifnya tagar #BoikotJNE di Twitter. Sebab hal itu ramai pada 11 Desember 2020, sehari sebelum perhelatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12.

Mengapa dirinya menyimpulkan seperti itu? karena Harbolnas merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh perusahaan logistik, di mana ketika belanja online meningkat maka jasa pengiriman barang ikut kecipratan cuan.

"Perlu juga saya sampaikan di sini, di bulan Desember ini ada satu tanggal di mana pada tanggal tersebut yaitu 12.12, perusahaan logistik pasti akan menunggu tanggal tersebut, kenapa? karena pada tanggal tersebut itu terjadi Harbolnas, di mana banyak bisnis online melakukan promo-promo," kata dia.

"Kami menduga, sekali lagi kami menduga bahwa ini semua dikaitkan adanya persaingan usaha," sebutnya.

Pihaknya belum mengetahui siapa rival bisnis yang menyebabkan ramai seruan #BoikotJNE sejak Jumat 11 Desember 2020. Tapi dia melihat ada indikasi ke arah persaingan usaha.

(Detiknews/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top