Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
Banjir Permintaan Tanaman Hias : Omzet Hingga 1 Miliar
Rabu 16 Desember 2020, 09:44 WIB

Situsnews - Jakarta

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menggaungkan program peningkatan ekspor produk pertanian melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks), termasuk tanaman hias. Produksi tanaman hias hingga triwulan II pada 2020 berdasarkan data BPS mencapai 342.422.645 pcs. Sementara itu ekspor volumenya mencapai 4.176.294 kg atau setara dengan US$ 12.176.244. Besarnya angka ekspor benih tanaman hias menunjukkan bahwa bisnis benih tanaman hias masih sangat terbuka.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menyatakan bahwa jajarannya telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program Gratieks tersebut, yakni melalui GEDOR Horti (Gerakan Dorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura).

Perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid 19 umumnya menurun namun tidak demikian halnya terjadi pada pasar tanaman hias. Masyarakat yang cenderung beraktifitas dari rumah baik itu sekolah dan bekerja dari rumah melahirkan aktifitas berkebun. Uniknya, permintaan tanaman hias bagi Wartono, petani sekaligus pelaku usaha asal Ciapus Bogor banjir dari dua sisi, penjual dan pembeli.

“Tren dan permintaanya jauh lebih besar dari saat sebelum pandemi, Cuma permintaan kalau dulu biasanya pedagang sekarang ini semua golongan dan kalangan. Juga permintaannya menjadi lebih banyak dan membludak, bisa lima puluh kali lipat,” ujar Wartono, pemilik Gress Nursery yang beralamat di Ciapus – Bogor.

Meskipun demikian, permintaannya tidak sebanding dengan pasokan yang ada. Dirinya merasa stok yang dimiliki tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Diakui olehnya karena petani bunga sedikit. Bahkan bunga lokal sangat kurang jumlahnya.

“Permintaannya banyak tetapi petaninya tidak ada itu menjadi masalah tersendiri karena kita kekurangan barang-barang lokal. Sejauh ini kami mengembangkan produk hasil sendiri namun adakalanya mengambil juga dari rekan-rekan yang lain,” jelas Wartono.

Pria kelahiran Sunda ini memfokuskan diri pada pengembangan aglaonema. Dirinya tidak menutupi diri hanya pada satu jenis tanaman saja, dirinya juga memiliki aneka philodendron, keladi dan beberapa jenis tanaman hias daun lainnya. Penjualannya juga telah menembus pasar eskpor.

Jika ditanya besaran omzet per bulan, maka tidak tanggung-tanggung, angka 1 miliar per bulan itu bukan mustahil bagi dirinya.

“Selama pandemi, per bulan rata-rata Rp 750 juta hingga Rp 1 miliar,” ujarnya malu-malu.

Ketua Pecinta Tanaman Hias Bogor, Gunawan optimistis bisnis tanaman hias selama masa pandemi akan terus berkibar dan ini kabar baik bagi para penjual tanaman hias

“Selama Covid akan terus ramai karena orang hobi menanam. Selama hobi menanam, bisnis tanaman hias akan terus ramai,” ujarnya bangga.
Gunawan menyebutkan, para petani tanaman hias Ciapus sudah terbiasa bermain di pasar ekspor. Produksi yang dimiliki umumnya untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Eropa, Amerika, Cina, Hongkong hingga Australia.

Kiat Berbisnis Aglaonema untuk Pemula

Wartono berbagi tips untuk mengembangkan bisnis Aglaonema. Bagi seorang penjual sekaligus produsen, dia menjual aneka Aglaonema mulai kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 1 juta untuk yang berukuran remaja bukanlah hal yang mengherankan. Tidak hanya sampai di harga tersebut, dirinya juga menunjukkan salah satu koleksinya, Golden Hope yang dibanderol Rp 20 juta.

“Kita harus sabar dan tekun karena mengembangkan aglaonema itu tidak mudah. Kadang tuh kita tidak sabar menunggu penghasilan yang selalu ingin cepat karena kebiasaan orang-orang kita. Tanaman ini bukan barang cetakan. Kita harus sabar nungguin beranak dan harus melakukan perawatan dengan benar. Aglaonema ini lebih sulit dari tanaman-tanaman yang lain. Mungkin kalau pemain tanaman di luar bisa lebih cepat karena sistem kultur jaringan, sedangkan di sini hanya dengan sistem stek saja.

Wartono bercerita bahwa dirinya autodidak ketika mengembangkan bisnis aglaonema. Menekuni tanaman aglaonema baginya berasal dari hobi. Dirinya mengakui nyaman menekuni tanaman ini.

“Kalau saya menyarankan, saya belajar dari Trubus volume 6 (enam). Saya autodidak belajar sendiri awalnya saya tidak mengenal tanaman sama sekali. Dulu saya di sini hanya tukang kebun jadi saya mencari kesibukan selain jaga villa ini ngurus kebunnya. Intinya pengen usaha tapi tidak tahu ingin usaha apa. Nah di sini saya menemukan hal yang membuat saya nyaman. Saya berawal dari hobi, bukan niat usaha malahan dari awalnya,” paparnya.

Dirinya mengaku hobi merawat memiliki kenyamanan tersendiri dan tidak menyangka bisnisnya bisa sangat menghasilkan. Sebelumnya dia pernah mencoba usaha lain seperti ternak ikan dan segala macam, tetapi yang lebih menghasilkan malah di tanaman ini. Jika sekarang dia memiliki areal 3000m2, siapa sangka miliarder ini memulai usahanya dari lahan sebidang 2x3m2.

(Deptan/As)

 




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top