Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
Pilwakot Makassar Irman-Zunnun : Program Pemberantasan Narkoba
Jumat 04 Desember 2020, 10:32 WIB

Situsnews - Jakarta 

Komitmen pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar terhadap penanggulangan narkoba, menjadi salah satu tema Debat Publik III Pilwali Makassar, yang digelar di Jakarta, Jumat, 4 Desember 2020. Pasangan calon nomor urut 4, Irman Yasin Limpo - Andi Zunnun Armin NH, menyampaikan program-programnya dalam memberantas narkoba.

Irman YL mengungkapkan, ada 4 program yang ditawarkan. Pertama, adalah pencegahan. Bagaimana pemerintah membuat peta kerawanan di masing-masing komunitas warga, sehingga bisa mentracing dan memisahkan, mana yang rentan dan mana yang sudah terpapar.

Kedua, gerakan kultural warga dan tingkat pendidikan. Pemberantasan melalui koordinasi dengan yang punya kewenangan. BNN, Kepolisian dan sebagainya.

"Semua stakeholder harus bekerja terkoordinasi. Narkoba ini adalah extraordinary crime, kejahatan luar biasa, sehingga penanganannya tidak boleh sendiri-sendiri," tegas None - sapaan akrab Irman YL.

Ketiga adalah rehabilitasi. Dilakukan dengan menguatkan lembaga di masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah. Hal ini yang menjadi kewenangan pemerintah.

Keempat, pemberdayaan bagi yang sudah terpapar, supaya kembali ke masyarakat dan memberikan edukasi kepada yang lain agar menjauhi narkoba.

Terkait adanya peredaran narkoba di kalangan siswa, None memiliki solusinya. Yakni Kartu Siswa IMUN, yang berfungsi sebagai absensi, sekaligus tapcash. Melalui kartu tersebut, para orangtua dengan mudah mengontrol anak-anak mereka.

"Ketika anak-anak masuk ke sekolah, para orangtua akan menerima pemberitahuan di ponsel mereka bahwa anaknya sudah tiba di sekolah. Begitupun saat pulang. Kemudian belanja mereka juga terkontrol. Tidak bisa lagi anak-anak belanja dengan uang tunai. Ini akan mencegah mereka belanja narkoba," jelasnya.

Ia menambahkan, saat anak-anak menjalani rehabilitasi di panti rehabilitasi ataupun BNN, mereka harus tetap harus mendapatkan haknya akan pendidikan. Sehingga, sangat penting menghadirkan sekolah saat mereka menjalani rehabilitasi.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top