Rabu, 4 Februari 2026

Breaking News

  • Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung   ●   
  • PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi   ●   
  • Jalur Lembah Anai Rawan Longsor, Pemerintah Rancang Tol Sicincin-Bukittinggi   ●   
  • ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat   ●   
  • PHR Perkuat Inovasi Migas, Sumbang 26 Persen Produksi Minyak Nasional   ●   
Tak Kalah, TNI Kembangkan Senjata 'Corner Shoot'
Kamis 03 Desember 2020, 22:08 WIB

Situsnews - Malang

Tak mau kalah dengan Israel, TNI AD turut mengembangkan senjata perang jarak dekat bernama 'Corner Shot', yang dikembangkan oleh Politeknik Angkatan Darat (Poltoked) Malang, Jawa Timur. Senjata ini, diciptakan untuk membantu prajurit dalam peperangan jarak dekat, terutama dalam ruangan.

"Jadi corner shoot adalah aksesoris senjata yang digunakan atau diranang pertempuran jarak dekat. Dimana ,manfaatnya dengan corner shoot kita bisa meliht musuh , musuh tidak bisa melihat kita," kata kapten Arh Dosen Golongan VI Jurusan Balistik Poltekad, Mohamad Ali, kamis (3/12/2020).

Senjata ini memang pertama kali diciptakan oleh Israel, dan sudah dipakai oleh beberapa pasukan khusus TNI. Namun, kata Ali, jika membeli produk dari israel, terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Ketika membeli dari Israel, maka TNI harus membeli keseluruhan senjata secara utuh, termasuk pistol yang menjadi kekuatan dalam senjata ini.

"Nah karena di AD menggunakan berbagai jenis pistol, mau tidak mau kita harus melihat pistol apa saja yang digunakan di angkatan darat. Sehingga design yang kita buat bisa menggunakan minimal 5 jenis pistol (karena gunner shot menggunakan pistol)," tambahnya.

Ali menyebut, senjata ini memang masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan. Meski demikian, TNI patut bangga karena belum ada yang pernah buat senjata jenis ini di Indonesia. Biaya pengembangan senjata ini sendiri mencapai Rp 100-200 juta, namun jika nantinya sudah disempurnakan dan dipasarkan, senjat ini diperkirakan hanya berharga Rp 40-50 juta.

"Estimasi kami kalo sudah fix jadi kamim yakin harganya tidak sampai maksimal 40-50 juta. Kalau kita bandingkan dengan Israel kita membeli satu komponen coner shoot tanpa senjata, kami pernah browsing antara 130 sampai 140 juta," ujarnya.

Jika digambarkan, senjata ini berbentuk senjata laras panjang pada umumnya. namun memiliki patahan ditengah senjatanya, agar bisa mengarahkan senjata (yang menggunakan pistol) ke arah kiri maupun kanan. Pada senjata tersebut, juga terdapat sebuah layar untuk melihat keberadaan musuh. Berat senjata ini jika digabung bersama pistol, mencapai 3-3.7 kg. Senjata ini juga dilengkapi dengan day and night vision.

(rri.co.id/As)




Editor :
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada situsnews.com, silakan kontak ke email: redaksi situsnews.com
Berita Pilihan
Selasa 03 Februari 2026
Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung

Jumat 30 Januari 2026
PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi

Rabu 28 Januari 2026
ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat

Senin 26 Januari 2026
Jaecoo Hadirkan Dealer 3S Berstandar Global di Pekanbaru

Jumat 23 Januari 2026
Penertiban PKL Rohil Dinilai Tebang Pilih: Kedai Kopi Besar, Makan Badan Jalan Malah Dibiarkan

Jumat 16 Januari 2026
Kemah Budaya Wartawan HPN 2026 Digelar di Baduy, PWI Tekankan Penghormatan Adat

Selasa 13 Januari 2026
Rahasia Awet Muda Tanpa Skincare Mahal, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Jarang Disadari

Rabu 07 Januari 2026
Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan

Senin 29 Desember 2025
Upah Minimum Riau 2026 Ditetapkan, Ini Daftar UMK Kabupaten/Kota

Sabtu 27 Desember 2025
Tren Carnivore Diet Makin Populer, Pakar Ungkap Risiko di Balik Klaim Manfaat

Copyrights © 2025 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top