Senin, 20 Juli 2026

Breaking News

  • Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Senapelan Pantau Stok Sembako dan Stabilitas Harga   ●   
  • Pastikan Pasokan Lancar, Polsek Senapelan Kawal Stabilitas Harga Bahan Pokok   ●   
  • CEO Master Bagasi Amir Hamzah Raih Pemred Award 2026 atas Kepemimpinan dan Inovasi Ekspor UMKM   ●   
  • Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026   ●   
  • Eks Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun, Skandal Dana PI Rp551 Miliar Rugikan Negara Rp64,2 Miliar   ●   
Tak Kalah, TNI Kembangkan Senjata 'Corner Shoot'
Kamis 03 Desember 2020, 22:08 WIB

Situsnews - Malang

Tak mau kalah dengan Israel, TNI AD turut mengembangkan senjata perang jarak dekat bernama 'Corner Shot', yang dikembangkan oleh Politeknik Angkatan Darat (Poltoked) Malang, Jawa Timur. Senjata ini, diciptakan untuk membantu prajurit dalam peperangan jarak dekat, terutama dalam ruangan.

"Jadi corner shoot adalah aksesoris senjata yang digunakan atau diranang pertempuran jarak dekat. Dimana ,manfaatnya dengan corner shoot kita bisa meliht musuh , musuh tidak bisa melihat kita," kata kapten Arh Dosen Golongan VI Jurusan Balistik Poltekad, Mohamad Ali, kamis (3/12/2020).

Senjata ini memang pertama kali diciptakan oleh Israel, dan sudah dipakai oleh beberapa pasukan khusus TNI. Namun, kata Ali, jika membeli produk dari israel, terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Ketika membeli dari Israel, maka TNI harus membeli keseluruhan senjata secara utuh, termasuk pistol yang menjadi kekuatan dalam senjata ini.

"Nah karena di AD menggunakan berbagai jenis pistol, mau tidak mau kita harus melihat pistol apa saja yang digunakan di angkatan darat. Sehingga design yang kita buat bisa menggunakan minimal 5 jenis pistol (karena gunner shot menggunakan pistol)," tambahnya.

Ali menyebut, senjata ini memang masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan. Meski demikian, TNI patut bangga karena belum ada yang pernah buat senjata jenis ini di Indonesia. Biaya pengembangan senjata ini sendiri mencapai Rp 100-200 juta, namun jika nantinya sudah disempurnakan dan dipasarkan, senjat ini diperkirakan hanya berharga Rp 40-50 juta.

"Estimasi kami kalo sudah fix jadi kamim yakin harganya tidak sampai maksimal 40-50 juta. Kalau kita bandingkan dengan Israel kita membeli satu komponen coner shoot tanpa senjata, kami pernah browsing antara 130 sampai 140 juta," ujarnya.

Jika digambarkan, senjata ini berbentuk senjata laras panjang pada umumnya. namun memiliki patahan ditengah senjatanya, agar bisa mengarahkan senjata (yang menggunakan pistol) ke arah kiri maupun kanan. Pada senjata tersebut, juga terdapat sebuah layar untuk melihat keberadaan musuh. Berat senjata ini jika digabung bersama pistol, mencapai 3-3.7 kg. Senjata ini juga dilengkapi dengan day and night vision.

(rri.co.id/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Selasa 26 Mei 2026
Polytron Luxia R5 Resmi Meluncur, Laptop Ryzen 5 Harga Rp7 Jutaan dengan Fitur Premium

Minggu 10 Mei 2026
Investasi Menurut Rasulullah SAW: Hindari Riba, Utamakan Keberkahan dan Amanah

Rabu 06 Mei 2026
Ekspor Riau Tembus US$5,27 Miliar, Surplus Fantastis Meski Migas Anjlok

Kamis 30 April 2026
Alarm Iklim Dunia! El Nino “Super” 2026 Berpotensi Pecahkan Rekor Panas Global

Jumat 24 April 2026
Industri Media ‘Tidak Baik-baik Saja’, DPR RI Siap Bahas di Tingkat Nasional

Kamis 23 April 2026
Arab Saudi Ancam Denda Rp459 Juta Bagi Pihak yang Fasilitasi Orang ke Mekah dengan Visa Kunjungan

Selasa 21 April 2026
Utang Jatuh Tempo Rp833 Triliun di 2026, Pemerintah Hadapi Tekanan Likuiditas Besar

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top