Selasa, 20 Oktober 2026

Breaking News

  • Produk UMKM Siak Tembus 40 Gerai Ritel Modern, Sembilan Pelaku Usaha Perluas Pasar   ●   
  • Bupati Afni: Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori, Pahami Persoalan Masyarakat   ●   
  • Jeff Bezos: AI Bisa Bikin Orang Menghidupi Keluarga dengan Kerja 3 Hari   ●   
  • Kekecewaan terhadap Pemerintah Menguat, Mahasiswa Siapkan Aksi Dua Tahun Prabowo-Gibran   ●   
  • 8 Amalan Pembuka Rezeki dalam Islam, dari Salat Dhuha hingga Silaturahmi   ●   
Komisi IV DPR RI: Sleman Contoh Pertanian Sebagai Leading Sector Perekonomian
Sabtu 28 November 2020, 10:27 WIB

Situsnews - Sleman

Komisi IV DPR RI bersama jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan kunjungan spesifik ke Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meninjau percontohan Mina Padi di Dusun Samberembe, Kelurahan Candibinangun, Kecamatan Pakem, Jumat kemarin (27/11). Hadir Ketua Tim Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi IV DPR RI, I Made Urip, Direktur Jenderal Tanaman, Suwandi, Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid, dan anggota Komisi IV DPR RI lainnya.

Bupati Sleman yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Dwianta Sudibyo menyampaikan rasa terima kasih dan rasa hormat kepada Anggota Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian. Kunjungaan ini menurutnya menunjukkan besarnya perhatian pembangunan pertanian dan perikanan di Kabupaten Sleman.

"Ini menjadi motivasi bagi masyarakat Sleman untuk meningkatkan dan bekerja lebih baik," kata Dwianta.

Selain Mina Padi, Sleman juga sudah dikenal dengan komoditas hortikultura berupa salak pondok yang banyak dikembangkan di kawasan Merapi. Bahkan, kini dikembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata.

Sementara itu, I Made Urip mengatakan kemitraan dan pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah kepada petani cukup bagus. Petani Sleman menurutnya cukup terampil dan pemerintah daerah serius menggarap sektor pertanian dari hulu hingga hilir.

"Pertanian Sleman ini menjadi contoh bagaimana pertanian menjadi leading sector dan memeberikan kontribusi terhadap perekonomian. Mudah-mudahan selama covid 19, Sleman tetap menjaga kedaulatan pangan kita," ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI, TA Khalid mengatakan baru pertama kali melihat Mina Padi. Pengembangan inovasi pertanian ini harus dikembangkan di daerah lainnya untuk meningkatkan perekonomian.

"Ini sangat luar biasa. Bagaimana dalam sepetak sawah, bisa menanam padi dan juga memelihara ikan. Ini perlu dikembangkan di beberapa titik, kita bisa meningkatkan produksi dan bisa dijadikan wisata," ungkap Khalid.

Sementra itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang turut hadir mengatakan bahwa sistem budidaya mina padi merupakan implementasi pola integrated farming atau pengelolaan pertanian terpadu. Disini dikenal mina padi. Bahkan satu hamparan dibudidayakan banyak komoditas yakni padi, sayur, ikan dan komoditas pangan lainnya.

"Ini merupakan salah satu langkah nyata Kementan menyiapkan dalam upaya peningkatan ketersediaan pangan di era pandemi covid 19 dan ketersediaan pangan ke depannya," ujarnya.

Menurut Suwandi, integrated farming adalah upaya mewujudkan kemandirian pangan, sehingga Kementan mendukung petani dalam melakukan metode pertanian integrated farming dengan zero waste yang artinya penggunaan eksternal input diminimalisir dan apa yang ada di dalam di institusinya diputar agar efisien di sisi.

"Kementan sangat serius mendorong pengembangan pola integrated farming ini melalui pemberian bantuan KUR, bantuan bibit dan sarana produksinya lainya. Pola ini menjadi model untuk dikembangkan di berbagai daerah sehingga ketahanan pangan nasional," terangnya.

"Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sektor pertanian Indonesia harus tangguh sehingga dalam menghadapi berbagai macam goncangan, tetap eksis menyediakan makan rakyat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara mikro dan makro. Pola integrated farming salah jawaban dari hal ini," tandas Suwandi.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Minggu 18 Oktober 2026
Bukan Sekadar Berita, Media Online Lokal Berpeluang Jadi Bisnis Menjanjikan pada 2027

Sabtu 17 Oktober 2026
Travel Warning ke Arab Saudi, AMPHURI: Umrah Tak Otomatis Dihentikan

Jumat 16 Oktober 2026
Dari Pinggir ke Panggung Dunia, Edi Sakura Buka JOTA-JOTI 2026 Pramuka Bengkalis

Kamis 15 Oktober 2026
Jadilah Orang Kaya yang Zuhud, Bukan Hamba Harta

Rabu 14 Oktober 2026
Hadis tentang Silaturahmi: Benarkah Bisa Melapangkan Rezeki dan Memanjangkan Umur?

Minggu 11 Oktober 2026
Jangan Iri dengan Nikmat Orang Lain, Ini Pesan Rasulullah agar Hati Lebih Tenang

Minggu 11 Oktober 2026
Upah Minimum Malaysia Naik Jadi RM2.000 atau Rp8,7 Juta, Keringanan Pajak dan Bantuan Tunai Ikut Bertambah

Sabtu 10 Oktober 2026
Kunci Menjalani Hidup dengan Tenang: Doa, Usaha, Ikhtiar, dan Tawakal

Kamis 08 Oktober 2026
Kenapa Ijazah SMA Masih Penting? Ini Pengaruhnya pada Kerja, Kuliah hingga Gaji

Rabu 07 Oktober 2026
DPRD Riau Keras Soal DBH: Pusat Jangan Hanya Ambil Migas, Daerah Juga Harus Sejahtera

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top