Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Kementan Kembangkan AMOURAS untuk Monitoring dan Audit Digital
Rabu, 25-11-2020 - 14:37:28 WIB
TERKAIT:
 
  • Kementan Kembangkan AMOURAS untuk Monitoring dan Audit Digital
  •  

    Situsnews - Jakarta


    Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektorat Jenderal mengmbangkan aplikasi Audit and Monitoring Using Remote Sensing Tool Trough Automatic System (AMOURAS) guna monitoring dan audit secara digital yang berbasis tabular dan spasial. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan teknologi informasi modern sehingga memungkinkan auditor menghasilkan laporan audit secara berkala tanpa harus menunggu proses audit di akhir periode anggaran.


    Penggunaan aplikasi ini merupakan wujud pelaksanaan good governance yang mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman. Bahkan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan akurasi data untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan.


    "Bila kita tidak ikut dan memanfaatkannya, maka kita akan tertinggal. Dan bagi sebuah entitas usaha atau pelayanan, ketertinggalan sama saja dengan kematian," katanya.


    Data menurut Mentan SYL merupakan hal krusial dalam pertanian. Karena itu, Kementan membangun sistem data yang transparan dan terbuka untuk diperbaiki.


    Atas salah satu upaya tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi kepada Kementan terkait pengelolaan data penyaluran pupuk subsidi dengan memanfaatkan nomor induk kependudukan ( NIK) sehingga dapat disalurkan secara akurat dan efektif


    Mengenai AMOURAS, Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementan, Tin Latifah mengatakan bahwa aplikasi ini sangat dibutuhkan khususnya di era teknologi dikarenakan berbagai permasalahan terkait teknis pengawasan kerap terjadi dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan seperti audit coverage yang rendah dibandingkan jumlah satker Kementan karena jumlah sumber daya manusia ( SDM) auditor yang terbatas.


    "Kendala lainnya yakni laporan hasil audit atau evaluasi maupun pemantauan seluruhnya dalam bentuk dokumen tercetak (manual) sangat sulit dilakukan konsolidasi untuk diolah datanya sebagai dasar pengambilan kebijakan, hal ini juga sangat rawan terjadi kehilangan termasuk risiko rusak akibat kebakaran," kata Tin Latifah di Jakarta, Selasa (25/11).


    Tin menambahkan dokumen manual juga sulit dilakukan proses tracing data karena memerlukan pencarian secara konvensional untuk mengumpulkan seluruh informasinya, sehingga rawan terhadap diskontinuitas data antar dokumen, yang berpengaruh terhadap kecermatan dan kelengkapan data manual.


    "Dengan Aplikasi AMOURAS, memungkinkan permasalahan terkait teknis pengawasan tersebut dapat diatasi,"tambahnya.


    Tin menerangkan bahwa dengan mengimplementasikan aplikasi AMOURAS, Inspektorat Jenderal Kementan kini dapat melakukan pemantauan atas seluruh kegiatan baik kegiatan utama maupun penunjang mitra Eselon I secara real time yang berbasis teknologi informasi, sehingga dapat diwujudkan kondisi yang diharapkan.


    "Kita bisa mendapatkan early warning system terkait pengelolaan keuangan dan kinerja sehingga lebih fokus pada pengendalian preventif dan detektif jika terjadi perubahan kualitas kinerja,"terang Tin.


    Selain itu, aplikasi ini memungkinkan tersedianya informasi audit untuk digunakan dalam pengambilan keputusan secara real time, meningkatnya akuntabilitas pengelolaan keuangan dan kinerja pada eselon 1 Kementan, peningkatan efisiensi dan efektivitas sumber daya kegiatan pengawasan di Inspektorat dan juga sebagai tools untuk pencegahan korupsi (fraud prevention).


    "Aplikasi sistem juga akan mengurangi penggunaan kertas (paperless system). Kertas kerja audit yang selama ini dalam bentuk kertas akan digantikan kertas kerja elektronik yang informasinya bisa dibagi diantara auditor pada lokasi berbeda melalui penggunaan email atau remote access software," tutup Tin.


    (Deptan/As)




     
    Berita Lainnya :
  • Nurdin Halid Menang Gugatan di PTUN, Prof Jimly Asshiddiqie Minta Presiden Jokowi Selesaikan Masalah Dekopin
  • Ketum Dekopin Nurdin Halid siap Komunikasi Dan Kerjasama Dengan Pemerintah
  • Mentan SYL ; "Matahari Bersinar Tidak Menanyakan Agama" Dorong ASN Pererat Tali Persaudaraan
  • Mentan SYL di Acara Launching AEW Ragunan: Hadapi Pandemi, Harus Kreatif dan Produktif
  • Gugatan Nurdin Halid Dimenangkan PTUN Nurdin Halid Sebagai Ketua Umum DEKOPIN yang Sah
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Nurdin Halid Menang Gugatan di PTUN, Prof Jimly Asshiddiqie Minta Presiden Jokowi Selesaikan Masalah Dekopin
    02 Ketum Dekopin Nurdin Halid siap Komunikasi Dan Kerjasama Dengan Pemerintah
    03 Mentan SYL ; "Matahari Bersinar Tidak Menanyakan Agama" Dorong ASN Pererat Tali Persaudaraan
    04 Mentan SYL di Acara Launching AEW Ragunan: Hadapi Pandemi, Harus Kreatif dan Produktif
    05 Gugatan Nurdin Halid Dimenangkan PTUN Nurdin Halid Sebagai Ketua Umum DEKOPIN yang Sah
    06 KNKT: Mesin Sriwijaya Air SJ182 Masih Hidup Sebelum Membentur Air
    07 Black Box Sriwijaya Air SJ182 Ditemukan!
    08 Kasus Positif Corona di RI 12 Januari Tambah 10.047, Kasus Kematian Rekor
    09 Presiden Berharap Kurva COVID 19 Menurun Dalam Dua Pekan
    10 BPOM Beri Izin Vaksin COVID-19 Sinovac, Eficacy 65,3 Persen
    11 Risma Janji Kemensos Bakal Bantu Keluarga Korban Sriwijaya Air
    12 Luhut Pastikan Vaksinasi Nasional Dilakukan Rabu Besok
    13 Habib Rizieq-Dirut RS UMMI Jadi Tersangka Kasus Tes Swab
    14 4 Investigasi Terkini KNKT Soal Kecelakaan Sriwijaya Air SJ182
    15 Kementan Remajakan RPH Untuk Perkuat Hilirisasi Peternakan
    16 Mulai Berlaku Hari Ini, Simak Aturan Perjalanan Darat di Masa PSBB Jawa-Bali
    17 PSBB Ketat Jakarta 11-25 Januari: Kantor 75% WFH-Mal Tutup Pukul 19.00 WIB
    18 Komnas HAM: Petugas Langgar HAM dalam Penembakan 4 Laskar FPI Pasca Km 50
    19 BPOM Pastikan Izin Darurat Vaksin Sinovac Bisa Keluar Sebelum 13 Januari
    20 3 Hari Berturut-turut Kasus Harian Corona Pecah Rekor hingga Tembus 10 Ribu
    21 Pecah Rekor Lagi! Kasus Corona RI Hari Ini Tembus 10 Ribu Lebih
    22 Mentan Jamin Pasokan dan Stabilkan Harga Kedelai
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © SITUS NEWS - terpercaya dan bersahabat