Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
  • Hari Pelanggan Nasional 2026, BRK Syariah Sudirman Apresiasi Nasabah   ●   
Kementan Kembangkan AMOURAS untuk Monitoring dan Audit Digital
Rabu 25 November 2020, 14:37 WIB

Situsnews - Jakarta

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektorat Jenderal mengmbangkan aplikasi Audit and Monitoring Using Remote Sensing Tool Trough Automatic System (AMOURAS) guna monitoring dan audit secara digital yang berbasis tabular dan spasial. Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan teknologi informasi modern sehingga memungkinkan auditor menghasilkan laporan audit secara berkala tanpa harus menunggu proses audit di akhir periode anggaran.

Penggunaan aplikasi ini merupakan wujud pelaksanaan good governance yang mengikuti perkembangan dan tuntutan zaman. Bahkan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan selalu menyampaikan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan akurasi data untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan.

"Bila kita tidak ikut dan memanfaatkannya, maka kita akan tertinggal. Dan bagi sebuah entitas usaha atau pelayanan, ketertinggalan sama saja dengan kematian," katanya.

Data menurut Mentan SYL merupakan hal krusial dalam pertanian. Karena itu, Kementan membangun sistem data yang transparan dan terbuka untuk diperbaiki.

Atas salah satu upaya tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi kepada Kementan terkait pengelolaan data penyaluran pupuk subsidi dengan memanfaatkan nomor induk kependudukan ( NIK) sehingga dapat disalurkan secara akurat dan efektif

Mengenai AMOURAS, Inspektur II Inspektorat Jenderal Kementan, Tin Latifah mengatakan bahwa aplikasi ini sangat dibutuhkan khususnya di era teknologi dikarenakan berbagai permasalahan terkait teknis pengawasan kerap terjadi dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan seperti audit coverage yang rendah dibandingkan jumlah satker Kementan karena jumlah sumber daya manusia ( SDM) auditor yang terbatas.

"Kendala lainnya yakni laporan hasil audit atau evaluasi maupun pemantauan seluruhnya dalam bentuk dokumen tercetak (manual) sangat sulit dilakukan konsolidasi untuk diolah datanya sebagai dasar pengambilan kebijakan, hal ini juga sangat rawan terjadi kehilangan termasuk risiko rusak akibat kebakaran," kata Tin Latifah di Jakarta, Selasa (25/11).

Tin menambahkan dokumen manual juga sulit dilakukan proses tracing data karena memerlukan pencarian secara konvensional untuk mengumpulkan seluruh informasinya, sehingga rawan terhadap diskontinuitas data antar dokumen, yang berpengaruh terhadap kecermatan dan kelengkapan data manual.

"Dengan Aplikasi AMOURAS, memungkinkan permasalahan terkait teknis pengawasan tersebut dapat diatasi,"tambahnya.

Tin menerangkan bahwa dengan mengimplementasikan aplikasi AMOURAS, Inspektorat Jenderal Kementan kini dapat melakukan pemantauan atas seluruh kegiatan baik kegiatan utama maupun penunjang mitra Eselon I secara real time yang berbasis teknologi informasi, sehingga dapat diwujudkan kondisi yang diharapkan.

"Kita bisa mendapatkan early warning system terkait pengelolaan keuangan dan kinerja sehingga lebih fokus pada pengendalian preventif dan detektif jika terjadi perubahan kualitas kinerja,"terang Tin.

Selain itu, aplikasi ini memungkinkan tersedianya informasi audit untuk digunakan dalam pengambilan keputusan secara real time, meningkatnya akuntabilitas pengelolaan keuangan dan kinerja pada eselon 1 Kementan, peningkatan efisiensi dan efektivitas sumber daya kegiatan pengawasan di Inspektorat dan juga sebagai tools untuk pencegahan korupsi (fraud prevention).

"Aplikasi sistem juga akan mengurangi penggunaan kertas (paperless system). Kertas kerja audit yang selama ini dalam bentuk kertas akan digantikan kertas kerja elektronik yang informasinya bisa dibagi diantara auditor pada lokasi berbeda melalui penggunaan email atau remote access software," tutup Tin.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top