Sabtu, 5 September 2026

Breaking News

  • Rute Pendek Belum Tentu Hemat BBM, Kemacetan Jadi Faktor Penting   ●   
  • 19 Calon Pengurus BRKS Lolos UKK, Wawancara Akhir Digelar Besok   ●   
  • Dua Pekerja Diselamatkan Hidup-Hidup Setelah 9 Hari Terjebak di Terowongan Nepal   ●   
  • Prabowo Ajak Perusahaan Rusia Investasi di 138 Blok Energi Indonesia   ●   
  • Bagaimana Mengenali Orang Cerdas? Ini 9 Kebiasaan yang Bisa Diamati   ●   
DPP KNPI Acungkan Jempol Atas Gebrakan dan Keberhasilan Mentan SYL
Kamis 19 November 2020, 17:01 WIB

Situsnews - Jakarta

Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) memberikan acungan jempol atas gebrakan dan keberhasilan sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) yang menuai kemajuan, apalagi di tengah pandemi covid 19 sektor pertanian menjadi satu-satunya sektor penyelamat pertumbuhan perekonomian nasional. Oleh karenanya, DPP KNPI siap melakukan sinergitas program jangka panjang dengan Kementerian Pertanian (Kementan), khususnya menggairahkan inovasi pertanian yang digerakkan kaum pemuda atau milenial.

“Pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sudah membangun kemajuan sektor pertanian. Misalnya kini telah ada food estate di Kalimantan Tengah dan Humbahas yang penghasilanya dari penanaman kentang saja bisa mencapai Rp 70 juta sampai 80 juta per hektar. Ini memajuan dari seorang Menteri Pertanian,” demikian dikatakan Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama saat menemui Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Kantor Kementan, Kamis.
Selain itu, Haris menegaskan Mentan SYL memiliki kebijakan dan program yang sangat fokus menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor sehingga sektor pertanian menjadi penghasil uang negara yang cukup besar dalam menopang pertumbuhan ekonomian nasional. Fokus program ini menjadi solusi nyata dalam menyelamatkan perekonomian nasional karena di masa pandemi covid 19 tidak ada sektor yang memetik untung kecuali sektor pertanian.

“Tadi dijelaskan, dimana data BPS mencatat nilai ekspor pertanian pada bulan Oktober 2020 mengalami pertumbuhan positif dan sektor pertanian pada kuartal II merupakan satu-satunya sektor yang pertumbuhanya ekonominya tertinggi dan pada kuartal III kontribusi sektor pertanian terhadap perkonomian masih positif. Dari capaian ini, Pak Syahrul adalah seorang menteri yang benar-benar bekerja untuk rakyat karena hanya sektor pertanian yang maju, sementara sektor lainnya melemah,” ungkapnya.

Melansir data BPS, selama pandemi Covid 19 sektor pertanian mampu menunjukan tren positif, yakni pada kuatal II pertanian tumbuh 16,24 persen dan di kuartal III tumbuh sekitar 2,15 persen year on year (yoy). BPS pun baru-baru ini mencatat nilai ekspor pertanian pada bulan Oktober 2020 mengalami pertumbuhan positif, yakni sebesar USD 0,42 miliar atau tumbuh 1,26 persen (m to m) jika dibandingkan pada bulan sebelumnya. Secara YoY pun, ekspor sektor pertanian tumbuh 23,80 persen.

Dukungan KNPI

Haris mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah menemukan inovasi varietas beras baru untuk dikembangkan lebih lanjut bersama Kementan. Beras baru itu adalah beras ungu yang diklaim memiliki 0 kadar kolestrol dan tidak mengandung gula.

"Pak menteri mensupport apa yang kita lakukan dan kita sangat mengapresiasi karena beliau begitu perhatian kepada anak-anak muda yang punya karya-karya untuk indonesia. Pak Mentan SYL mendukung penuh semua kegiatan KNPI yang berhubungan dengan ketahanan pangan," ucapnya.

Oleh karena itu, Haris menilai sektor pertanian memiliki masa depan yang cerah karena dikomandoi oleh seorang pemimpin berpengaruh seperti Syahrul Yasin Limpo. Apalagi, Mentan Syahrul juga saat ini tengah fokus untuk menjadikan Indonesia sebagai pengekspor dan penghasil pangan terbesar di dunia.

"Saya kira Mentan Syahrul adalah seorang menteri yang bekerja untuk indonesia karena fokus pada ketahanan pangan. Salah satu kunci kesukseskan Indonesia maju adalah melalui sektor pertanian," katanya.

Sementara itu, Mentan SYL menegaskan pemerintah akan terus berusaha menjaga ketahanan pangan, salah satunya meningkatkan keterlibatan peranan pemuda atau milenial. Caranya dengan meningkatkan kapasitas produksi melalui sentuhan inovasi-inovasi baru dan maju, mengembangkan diversifikasi pangan lokal, memperkuat cadangan pangan dan sistem logistik dan melakukan pengembangan pertanian modern.

“Kita harus perkuat konsepsi dan pertajam program-program yang sudah berjalan. Apa yang kita capai satu tahun ini adalah kerja keras kita semua. Saya tidak dapat berhasil tanpa bantuan dan kerja keras dari seluruh stakeholder yang ada," ujarnya.

(Deptan/As)




Editor : Tim
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada Situsnews.com, silakan kontak ke email: [email protected]
Berita Pilihan
Jumat 04 September 2026
Menhan Israel Akui Upaya Dapatkan Dukungan AS untuk Relokasi Warga Gaza

Kamis 03 September 2026
All New Pajero Hadir dengan Desain Baru, Siap Dipasarkan ke 100 Negara

Sabtu 29 Agustus 2026
Mengapa Warna Ube Lebih Tahan Panas Dibanding Ubi Ungu? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jumat 28 Agustus 2026
76 Kades Diperpanjang, Jangan Sekadar Perpanjang Masa Jabatan

Senin 24 Agustus 2026
Ingin Jadi Petugas Haji 2027? Kemenhaj Buka Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus

Jumat 21 Agustus 2026
Dari Pembinaan hingga Modernisasi, Kasmarni Raih Penghargaan Bakti Koperasi di Koperasi Awards 2026

Jumat 24 Juli 2026
FKPMR Sampaikan Dukungan Moril ke Rida K Liamsi

Senin 20 Juli 2026
Drama 120 Menit! Spanyol Taklukkan Argentina 1-0 dan Rebut Gelar Piala Dunia 2026

Rabu 01 Juli 2026
Viral di Media Sosial, Balut Dinilai Haram Menurut Hukum Islam

Senin 08 Juni 2026
Didukung Lebih dari 600 Penulis, UIR Masuk Jajaran Kampus Riset Terbaik di Riau

Copyrights © 2017-2026 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top