Rabu, 4 Februari 2026

Breaking News

  • Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung   ●   
  • PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi   ●   
  • Jalur Lembah Anai Rawan Longsor, Pemerintah Rancang Tol Sicincin-Bukittinggi   ●   
  • ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat   ●   
  • PHR Perkuat Inovasi Migas, Sumbang 26 Persen Produksi Minyak Nasional   ●   
Prancis Mengaku Negara Islam Usai Beragam Produknya Diboikot
Jumat 30 Oktober 2020, 09:22 WIB

Situsnews.com,Paris- Setelah berbagai produknya diboikot oleh negara-negara Arab dan Muslim sebagai protes atas kartun-kartun yang menghina Nabi Muhammad, tiba-tiba saja Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Swedia, Etienne de Gonneville, mengatakan negaranya adalah negara Muslim.

Polem melebar ketika Presiden Emmanuel Macron membela penerbitannya oleh majalah Charlie Hebdo dan menyebut pemenggal Paty sebagai "Islamis". Sebelumnya, Macron juga menyebut Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia. Komentar itu memicu kemarahan negara-negara Muslim, termasuk Turki.

Dubes de Gonneville menyebut Prancis sebagai negara Muslim saat dalam wawancara dengan penyiar SVT di Swedia. (Baca: Imbas Macron Hina Islam: Website Prancis Diretas, Produknya Diboikot di Mana-mana)

Pertama, Prancis adalah negara Muslim,” kata Etienne de Gonneville. “Islam adalah agama terbesar kedua di Prancis. Kami memiliki antara 4 hingga 8 juta warga Prancis yang memiliki warisan Muslim," katanya, seperti dikutip Sputniknews, Selasa (27/10/2020).

Duta Besar itu menekankan bahwa "propaganda al-Qaeda" yang memaksa umat Islam untuk melakukan tindakan terorisme, bukanlah Islam seperti yang dia pahami.

Ketika pembawa acara televisi, Anders Holmberg, mengatakan bahwa warga Muslim yang tidak radikal pun tersinggung oleh kartun Nabi Muhammad, de Gonneville membalas; "Ini adalah pertanyaan yang sarat dan ambigu secara moral". (Baca: Dewan Cendekiawan Senior Saudi: Menghina Nabi Muhammad Hanya Melayani Esktremis)

Negara yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron itu jadi sorotan dunia Muslim setelah guru sejarah bernama Samuel Paty mempertontonkan kartun yang menghina Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam diskusi kebebasan berekspresi di kelas. Guru itu dibunuh dan dipenggal pengungsi Chechnya di pinggiran Paris ketika korban sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat dia mengajar pada 16 Oktober lalu. (Baca: Arab Saudi Kecam Kartun yang Menghina Nabi Muhammad)

 




Editor :
Kategori :
Untuk saran dan pemberian informasi kepada situsnews.com, silakan kontak ke email: redaksi situsnews.com
Berita Pilihan
Selasa 03 Februari 2026
Bukan Sekadar Mental, Stres Keuangan Berdampak Serius pada Jantung

Jumat 30 Januari 2026
PGN Fokus Midstream, Jargas dan DME Jadi Andalan Ketahanan Energi

Rabu 28 Januari 2026
ICMI Pekanbaru dan DT Peduli Sepakati Kerja Sama Penguatan SDM Umat

Senin 26 Januari 2026
Jaecoo Hadirkan Dealer 3S Berstandar Global di Pekanbaru

Jumat 23 Januari 2026
Penertiban PKL Rohil Dinilai Tebang Pilih: Kedai Kopi Besar, Makan Badan Jalan Malah Dibiarkan

Jumat 16 Januari 2026
Kemah Budaya Wartawan HPN 2026 Digelar di Baduy, PWI Tekankan Penghormatan Adat

Selasa 13 Januari 2026
Rahasia Awet Muda Tanpa Skincare Mahal, Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Jarang Disadari

Rabu 07 Januari 2026
Rekomendasi Paket Internet Telkomsel Murah untuk Sebulan, Mulai Rp30 Ribuan

Senin 29 Desember 2025
Upah Minimum Riau 2026 Ditetapkan, Ini Daftar UMK Kabupaten/Kota

Sabtu 27 Desember 2025
Tren Carnivore Diet Makin Populer, Pakar Ungkap Risiko di Balik Klaim Manfaat

Copyrights © 2025 All Rights Reserved by Situsnews.com
Scroll to top