Home Ekonomi Politik Nasional Daerah Hukrim Gaya Hidup Internasional Indeks
Follow Us ON :
 
Buruh Sesalkan Surat Edaran Menaker Sebut Upah Minimum 2021 Tak Ada Kenaikan
Selasa, 27-10-2020 - 18:42:52 WIB
Ilustrasi Dunia Industri ft: istimewa
TERKAIT:
 
  • Buruh Sesalkan Surat Edaran Menaker Sebut Upah Minimum 2021 Tak Ada Kenaikan
  •  

    Situsnews.com,Jakarta-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyesalkan sikap Menteri Ketenagakerjaan yang mengeluarkan surat edaran Nomor M/11/HK.4/x/2020 tertanggal 26 Oktober 2020.


    Isi surat edaran tersebut meminta para Gubernur untuk melakukan penyesuaian penetapan upah minimum tahun 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020, melaksanakan penetapan upah minimum setelah tahun 2021 sesuai ketentuan peraturan perundangan-undangan, dan menetapkan dan mengumumkan Upah Minimum Provinsi Tahun 2021 pada tanggal 31 Oktober 2020.


    Dengan keluarnya surat edaran ini, Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi perlawanan buruh akan semakin mengeras terhadap penolakan tidak adanya kenaikan upah minimum 2021 dan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja.


    "Menaker tidak memiliki sensitivitas nasib buruh, hanya memandang kepentingan pengusaha semata," kata Said Iqbal.


    Menurutnya, pengusaha memang sedang susah. Tapi buruh juga jauh lebih susah. Seharusnya pemerintah bisa bersikap lebih adil, yaitu tetap ada kenaikan upah minimum 2021. Tetapi bagi perusahaan yang tidak mampu maka dapat melakukan penangguhan dengan tidak menaikan upah minimum setelah berunding dengan serikat pekerja di tingkat perusahaan dan melaporkannya ke Kemenaker.


    "Jangan dipukul rata semua perusahaan tidak mampu. Faktanya di tahun 1998 pun tetap ada kenaikan upah minimum untuk menjaga daya beli masyarakat," tegasnya.


    Lebih jauh Said Iqbal mempertanyakan, "Apakah presiden sudah mengetahui keputusan Menaker ini? Atau hanya keputusan sepihak Menaker?"


    Terkait hal itu, KSPI dan seluruh serikat buruh di Indonesia akan melakukan aksi nasional besar-besaran di 24 propinsi pada 2 Nopember dan 9 sampai 10 Nopember yang diikuti puluhan dan bahkan ratusan ribu buruh di Mahkamah Konstitusi, Istana, DPR RI, dan di kantor Gubernur di seluruh Indonesia dengan membawa isu batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan harus ada kenaikan upah minimum 2021 untuk menjaga daya beli masyarakat.


    Sebelumnya, KSPI menyebut 4 alasan mengapa upah minimum 2021 harus naik.


    Pertama, jika upah minimum tidak naik, kata Said Iqbal, hal ini akan membuat situasi semakin panas. Apalagi saat ini para buruh masih memperjuangkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Di mana seiring dengan penolakan omnibus law, buruh juga akan menyuarakan agar upah minimum 2021 tetap naik. Sehingga aksi-aksi akan semakin besar.


    Kedua, alasan upah tidak naik karena saat ini pertumbuhan ekonomi minus tidak tepat. Bandingkan dengan apa yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000.


    "Sebagai contoh, di DKI Jakarta, kenaikan upah minimum dari tahun 1998 ke 1999 tetap naik sekitar 16 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1998 minus 17,49 persen. Begitu juga dengan upah minimum tahun 1999 ke 2000, upah minimum tetap naik sekitar 23,8 persen, padahal pertumbuhan ekonomi tahun 1999 minus 0,29 persen," kata Said Iqbal.


    Ketiga, bila upah minimum tidak naik maka daya beli masyarakat akan semakin turun. Daya beli turun akan berakibat jatuhnya tingkat konsumsi. Ujung-ujungnya berdampak negatif buat perekonomian.


    Keempat, tidak semua perusahaan kesulitan akibat pandemi COVID-19. Oleh karena itu, dia meminta kebijakan kenaikan upah dilakukan secara proporsional.




     
    Berita Lainnya :
  • Gubernur Bengkulu Mengajak Seluruh Pihak Untuk Memperkuat Kostratani
  • Pilwakot Makassar Irman-Zunnun : Program Pemberantasan Narkoba
  • Manfaatkan Teknologi, Solusi Cerdas yang Ditawatkan Irman - Zunnun untuk Penanganan Covid-19
  • TNI AD Ciptakan Ban Anti Bocor Kebal Peluru
  • Poltekad Kodiklatad Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi TNI AD
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gubernur Bengkulu Mengajak Seluruh Pihak Untuk Memperkuat Kostratani
    02 Pilwakot Makassar Irman-Zunnun : Program Pemberantasan Narkoba
    03 Manfaatkan Teknologi, Solusi Cerdas yang Ditawatkan Irman - Zunnun untuk Penanganan Covid-19
    04 TNI AD Ciptakan Ban Anti Bocor Kebal Peluru
    05 Poltekad Kodiklatad Lembaga Pendidikan Tinggi Vokasi TNI AD
    06 Tak Kalah, TNI Kembangkan Senjata 'Corner Shoot'
    07 Poltekad Cetak Prestasi Nasional Bidang Teknologi Militer
    08 Hari Pertama Syahrul Yasin Limpo, Menteri KKP Ad Interim
    09 Sekjen Kementan: Tingkatkan Pelayanan Melalui Digitalisasi Sistem
    10 Lewat Herbamuno, Mustika Ratu Raih Top Innovation Choice Award 2020
    11 Di Kepemimpinan SYL, Kementan Raih Sederet Penghargaan
    12 Gatra Awards Menganugrahi Mentan Syahrul Sebagai Penjaga Pangan dan Pelecut Ekspor
    13 Seminar FPK Riau, Gubri Serukan Kelola Kemajemukan, Kapolda Minta Raih Kemajuan dengan Kebudayaan
    14 Mentan Ajak Perguruan Tinggi Bersama Bangun SDM Pertanian Indonesia
    15 Herbamuno+Kaplet Optimalkan Imun Tubuh
    16 Yovie Widianto Kepincut Penyanyi Baru Aminda, Seperti Apa?
    17 Ini Identitas 10 Korban Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Cipali
    18 Pernyataan Lengkap Jokowi Ungkap Kasus Corona di RI Memburuk, Soroti Jateng-DKI
    19 Trio The RYM'S Release Lagu
    20 Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementan
    21 Jokowi Bubarkan 10 Lembaga: Dewan Riset Nasional-Komisi Pengawas Haji
    22 Mentan SYL Resmikan Penggilingan Padi dan Salurkan Bantuan di Bulukumba
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © SITUS NEWS - terpercaya dan bersahabat